DENPASAR, MediaBaliNews – Kapal jenis phinisi bernama Sharandy of the Seas tenggelam secara tragis di perairan dermaga Serangan, Denpasar Selatan pada Sabtu pagi. Insiden laut tersebut terjadi saat kapal sedang melakukan perbaikan rutin di titik koordinat lego jangkar pelabuhan setempat.
Cuaca buruk berupa angin kencang dan hujan lebat seketika menerjang badan kapal hingga menyebabkan posisi kapal miring ke kiri.
“Kapal perlahan tenggelam setelah dihantam angin kencang dari arah barat saat para pekerja sedang melakukan servis teknis di atas dek,” ujar Kasi Humas Polresta Denpasar, Kompol I Ketut Sukadi, Sabtu (27/12/2025).
Empat orang kru kapal bersama delapan orang teknisi langsung melompat ke laut demi menyelamatkan nyawa masing-masing saat air mulai masuk. Beruntung, sebuah kapal sekoci segera mendekat untuk menolong seluruh korban yang mengapung di sekitar lokasi kejadian perkara.
Para saksi dan pekerja kemudian dievakuasi menuju daratan Pantai Serangan dalam kondisi selamat tanpa adanya luka serius.
“Seluruh kru dan teknisi yang berjumlah dua belas orang berhasil selamat setelah dibantu oleh kapal sekoci di sekitar area perairan,” katanya.
Petugas kepolisian segera mendatangi tempat kejadian perkara guna mengecek kondisi terkini bangkai kapal yang masih berada di dasar laut. Tim Satpolairud Polresta Denpasar melakukan interogasi mendalam terhadap para saksi kunci termasuk mualim dan kepala kamar mesin kapal.
Identitas para saksi kini telah masuk dalam catatan kepolisian sebagai dasar penyidikan penyebab pasti kecelakaan laut tersebut.
“Kami telah mendatangi lokasi dan meminta keterangan dari para kru kapal guna melaporkan hasil pengecekan awal kepada pimpinan,” tuturnya.
Seluruh dokumen penting kapal beserta identitas pribadi milik para kru ikut karam bersama badan kapal menuju dasar laut Serangan. Polisi kini berkoordinasi secara intensif dengan pihak Syahbandar Wilayah Kerja Serangan guna merencanakan proses pengangkatan badan kapal secepat mungkin. Petugas juga memantau potensi tumpahan minyak dari tangki bahan bakar kapal agar tidak mencemari lingkungan perairan Bali yang jernih.
“Pihak kepolisian terus berkoordinasi dengan Syahbandar untuk mengupayakan pengangkatan kapal agar tidak mengganggu jalur pelayaran di pelabuhan,” jelasnya.
Kawasan perairan Serangan memang sedang mengalami cuaca yang tidak menentu selama beberapa pekan terakhir sesuai prediksi otoritas cuaca setempat. Kepolisian mengimbau para pemilik kapal dan pelaku wisata bahari untuk selalu waspada terhadap perubahan angin yang terjadi secara mendadak.
Fokus utama petugas saat ini adalah memastikan jalur logistik laut tetap aman dan tidak terhambat oleh keberadaan kapal yang tenggelam.
“Kami tetap memonitor keadaan kapal di titik koordinat tersebut guna mencegah terjadinya pencemaran laut akibat tumpahan minyak yang tersisa,” pungkasnya. (ang/mbn)






















