Monday, May 25, 2026
Monday, May 25, 2026

Distribusi Air PDAM Jembrana Terganggu, Dampak Banjir Hulu Hingga Kerusakan Mesin Pengolahan

JEMBRANA, MediaBaliNews – Gangguan distribusi air bersih yang terjadi di wilayah Kota Negara dan Jembrana disebut dipicu dampak cuaca ekstrem di wilayah hulu, kondisi tersebut menyebabkan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Berangbang, Kecamatan Negara sempat tidak dapat berproduksi secara normal.

Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Amertha Jati Jembrana, I Gede Puriawan mengatakan, banjir di wilayah hulu menyebabkan air bendungan Benel, Desa Berangbang dipenuhi lumpur dan kotoran. Selain itu, sedimentasi lumpur di waduk juga meningkat sehingga aliran air baku menuju IPA Berangbang terganggu sejak 18 Mei 2026.

“Pertama kan karena banjir di hulu yang menyebabkan air bendungan penuh lumpur dan kotoran, disamping juga sedimentasi lumpur di waduk tinggi. Dan itu menyebabkan jaringan pipa air baku dari bendungan ke Instalasi Pengolahan Air (IPA) Berangbang gak bisa produksi,” ungkapnya saat dikonfirmasi, Rabu (20/5/2026).

Ia mengatakan, air baru mulai mengalir menuju IPA pada hari ini setelah gangguan terjadi. Namun karena kondisi air masih sangat keruh, pihaknya terlebih dahulu membuang air kotor yang berada di dalam jaringan pipa sebelum dilakukan proses pengolahan.

“Di hari ketiga baru air ngalir ke IPA. Setelah air ngalir kan masih kotor kita buang dulu air kotor di pipa. Kemudian dua hari yang lalu kita olah,” jelasnya.

Setelah proses pengolahan mulai dilakukan, kembali terjadi kendala akibat kerusakan mesin dozing bahan kimia yang digunakan dalam pengolahan air. Kerusakan tersebut membuat proses produksi air kembali terhenti sementara.

“Kemudian setelah mesin bisa digunakan dengan mesin cadangan, baru pagi tadi jam 3 baru bisa olah,” jelasnya.

Meski proses pengolahan kini telah kembali berjalan, distribusi air ke pelanggan disebut belum sepenuhnya normal karena bak reservoir masih dalam tahap pengisian.

Baca Juga :  Pikap Bermuatan Janur Tabrak Pohon di Melaya

“Tapi kan belum penuh bak reservoar dan air belum semua sampai ke pelanggan,” imbuhnya.

Puriawan menambahkan, wilayah yang terdampak gangguan distribusi air baku dari Bendungan Benel meliputi wilayah kota Negara dan Jembrana.

Pihaknya pun menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan atas terganggunya layanan distribusi air bersih tersebut.

“Mohon maaf kepada pelanggan atas gangguan distribusi air. Karena ini disebabkan dampak cuaca ekstrem di gunung sehingga terjadi gangguan. Sehingga mengakibatkan kerusakan mesin juga pada pengolahan di Instalasi Pengolahan Air Berangbang. Mohon bersabar karena kami sudah bisa mengoperasikan tadi pagi jam 3. Hanya menunggu pengisiannya di bak reservoar,” pungkasnya. (gsn/mbn)

BERITA MENARIK LAINNYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKINI