Wednesday, June 10, 2026
Wednesday, June 10, 2026

Sambangi SRMP 17 Tabanan, Presiden Prabowo Beberkan Komitmen Negara untuk Masyarakat Kurang Berdaya

TABANAN, MediaBaliNews – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, melakukan kunjungan kerja untuk meninjau langsung Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17 Tabanan, Bali, pada Minggu (7/6/2026).

Kehadiran Kepala Negara di lokasi tersebut bertujuan untuk memastikan jalannya program pendidikan inklusif sekaligus menegaskan komitmen nyata pemerintah dalam menunjukkan keberpihakan negara kepada masyarakat yang berada dalam kondisi kurang berdaya.

Setibanya di lokasi, Presiden Prabowo langsung disambut gemuruh yel-yel selamat datang dari ratusan siswa. Suasana kian meriah saat 16 siswa membawakan tari Kecak, di mana salah seorang penari berkebutuhan khusus didapuk menjadi pusat pertunjukan. Pemandangan ini secara simbolis merefleksikan semangat inklusivitas dan kesetaraan yang menjadi fondasi utama di lingkungan Sekolah Rakyat tersebut.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo memaparkan bahwa tujuan fundamental dari pembangunan bangsa adalah menjamin seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali dapat mengenyam kehidupan yang layak, baik, dan sejahtera. Sektor pendidikan pun disorot sebagai pilar utama yang harus digarap secara serius demi memutus rantai kemiskinan.

“Jadi pembangunan kita sebagai bangsa tujuannya adalah untuk membuat seluruh rakyat Indonesia hidupnya layak, hidupnya baik. Karena itu, usaha untuk berbuat agar rakyat hidup baik, hidup layak adalah usaha yang sangat besar. Kita harus bekerja keras di semua bidang, salah satu adalah pendidikan,” ujar Presiden Prabowo di hadapan para hadirin.

Di tengah jalannya acara, atmosfer haru sempat menyeruak saat para undangan mendengarkan kesaksian langsung dari Bagus, salah satu siswa yang menceritakan lompatan hidup positif yang dirasakannya sejak menempuh studi di sana. Tak hanya siswa, salah seorang orang tua calon murid dengan mata berkaca-kaca menuturkan rasa terima kasih yang mendalam kepada Kepala Negara, lantaran program jaring pengaman sosial di bidang pendidikan ini berhasil menyelamatkan anaknya yang sempat putus sekolah agar bisa kembali belajar.

Sederet unjuk bakat juga ditampilkan, mulai dari paduan suara yang melantunkan lagu “Ayah Ibu” berkelindan dengan pembacaan puisi, hingga pidato bahasa Inggris yang dibawakan dengan lugas oleh siswa bernama Ketut Arlan. Narasi perjuangan anak bangsa kian kental saat video profil Fikri diputar, membeberkan bagaimana kegigihan seorang anak dari latar belakang keterbatasan mampu mendobrak dinding pembatas lewat akses pendidikan yang setara.

Baca Juga :  Jelang Peringatan Hari Arak Bali, Pemerintah : Jangan Salah Persepsi

Di sisi lain, aspek teknis dan ekspansi infrastruktur program ini ikut terendus publik melalui laporan resmi dari Kementerian Sosial. Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, membeberkan bahwa pemerintah tengah menggeber pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat di Provinsi Bali, yang lokasinya dipusatkan di Kabupaten Karangasem.

Gedung baru tersebut nantinya diproyeksikan untuk menampung limpahan siswa yang saat ini tengah menempuh pendidikan di fasilitas sementara, termasuk para siswa dari SRMP 17 Tabanan. Gus Ipul, sapaan akrab Mensos, mengungkapkan bahwa animo masyarakat terhadap program ini melonjak tajam hingga membuat kapasitas yang tersedia kini membantun dan membengkak drastis.

“Untuk tahap ini ada 93 yang sedang sekarang berproses, salah satunya adalah di Kabupaten Karangasem, Provinsi Bali di mana nanti diharapkan kalau sudah selesai, yang ada di sini akan pindah ke gedung permanen itu,” urai Gus Ipul.

Lebih lanjut, Mensos merinci bahwa alokasi untuk tahun ajaran baru (2026/2027) sebenarnya dipatok sebanyak 270 siswa, dengan pembagian rata 90 siswa per jenjang. Namun, data terkini mencatat jumlah calon peserta didik se-Provinsi Bali yang mendaftar sudah menembus angka 406 anak. Pendaftar tersebut melingkupi 18 calon siswa tingkat SD, 213 tingkat SMP, dan 175 tingkat SMA.

“Di gedung baru nanti kita akan mengalokasikan 270 siswa dan sekarang sudah lebih dari 400 peserta yang terjangkau. Untuk SMP dan SMA sudah melebihi kapasitas, melebihi alokasi, sementara yang SD masih sedang dalam berproses,” imbuh Mensos.

Rangkaian kunjungan kerja ini kemudian dipungkasi dengan momen hangat saat Presiden Prabowo memilih melebur bersama para siswa dan orang tua untuk makan siang bersama. Langkah ini dinilai banyak pihak sebagai penanda kuat bahwa Kepala Negara tidak ingin ada jarak, sekaligus mengarsir kembali komitmennya terhadap penguatan karakter dan pemenuhan hak pendidikan yang adil bagi seluruh anak bangsa. (ang/mbn)

BERITA MENARIK LAINNYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKINI