Sunday, September 13, 2026
Sunday, September 13, 2026

Bupati Jembrana Serahkan Mesin Perontok Padi, Instruksikan Kadis dan Penyuluh Rajin Temui Petani

JEMBRANA, MediaBaliNews – Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan meminta jajaran Dinas Pertanian hingga para penyuluh lebih aktif turun ke lapangan untuk mendengar langsung persoalan yang dihadapi petani. Menurutnya, kebijakan yang tepat hanya bisa lahir apabila pemerintah mengetahui kondisi riil di sawah.

Pesan itu disampaikan Kembang saat menyerahkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) pascapanen berupa power thresher atau mesin perontok padi kepada tujuh kelompok tani (subak) di kawasan Subak Keduwa, Kecamatan Negara, Rabu (22/7/2026). Bantuan tersebut berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Kementerian Pertanian RI.

“Pak Kadis harus sering menemui petani dan menyerap aspirasi mereka. Kalau kita tidak turun langsung ke lapangan, kita tidak akan pernah tahu keluhan dan kendala nyata yang dihadapi petani,” kata Kembang.

Ia menilai kehadiran pemerintah di tengah petani menjadi kunci dalam merumuskan program yang benar-benar sesuai kebutuhan. Dengan komunikasi yang intensif, berbagai persoalan mulai dari produksi hingga pascapanen dapat segera diidentifikasi dan dicarikan solusi.

Pada kesempatan itu, Kembang juga menjelaskan bantuan power thresher diprioritaskan bagi subak yang belum dapat memanfaatkan mesin combine harvester secara maksimal. Kondisi lahan yang sempit, becek, maupun kontur yang sulit dijangkau menjadi alasan utama penyaluran bantuan tersebut.

“Alsintan ini tentu sangat membantu, terutama ketika lahan petani sedang becek, berukuran kecil, atau tidak dapat dijangkau oleh mesin combine,” ujarnya.

Menurut Kembang, mekanisasi pertanian menjadi salah satu strategi penting untuk meningkatkan efisiensi proses budidaya hingga pascapanen. Namun, ia mengakui masih terdapat sejumlah tantangan di lapangan, seperti keterbatasan jumlah alsintan serta kondisi sebagian mesin yang sudah tidak lagi optimal.

Untuk memastikan bantuan dapat dimanfaatkan dengan baik, Kembang turut mencoba mengoperasikan power thresher di areal persawahan Subak Keduwa. Ia ingin memastikan alat tersebut siap digunakan dan mampu mendukung aktivitas panen petani.

Baca Juga :  Tercatat, Dibandingkan Tahun Sebelumnya, Tahun 2023 Kasus Gantung Diri Alami Peningkatan

Kembang juga mengingatkan agar bantuan pemerintah dijaga dan dimanfaatkan secara bersama oleh anggota kelompok tani.

“Mohon dimanfaatkan dengan maksimal. Ini bantuan untuk kelompok tani, jadi milik bersama, bukan milik pribadi. Tolong dirawat dengan baik. Astungkara bantuan ini benar-benar memberikan manfaat dan hasil produksi pertanian di Jembrana semakin meningkat,” tegasnya.

Pemerintah Kabupaten Jembrana berharap penyaluran alsintan tersebut mampu mempercepat mekanisasi pertanian, meningkatkan produktivitas petani, sekaligus memperkuat upaya mewujudkan kemandirian dan swasembada pangan di daerah.

Adapun tujuh kelompok tani atau subak yang menerima bantuan power thresher yakni Subak Yehembang dan Subak Air Sumbul di Kecamatan Mendoyo, Subak Sawe Dauh Tukad di Kecamatan Jembrana, Subak Keduwa dan Subak Telepus Sari di Kecamatan Negara, serta Subak Paswar Palasari dan Subak Mertasari di Kecamatan Melaya. (war/mbn)

BERITA MENARIK LAINNYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKINI