JEMBRANA, MediaBaliNews — Setelah menjalani proses penanganan dan identifikasi, jenazah warga negara Polandia, Marcin Dawid Ryzycki, yang sebelumnya dilaporkan hilang saat mandi di Pantai Tembles, Jembrana, akhirnya diserahkan kepada pihak yang mewakili keluarga yang berlangsung di Kamar Jenazah RSUD Negara, Senin (7/9/2026).
Jenazah diterima oleh pihak yang telah diberikan kuasa oleh keluarga korban untuk mengurus seluruh proses selanjutnya. Proses penyerahan dilakukan langsung oleh Kasat Polairud Polres Jembrana, AKP I Putu Suparta didampingi Ps. Kanit Gakkum Sat Polairud, I Komang Juniantara, serta Ps. Kaur Identifikasi Sat Reskrim, Aiptu I Putu Budiarta.
Kasat Polairud Polres Jembrana, AKP I Putu Suparta mengatakan, penyerahan dilakukan setelah seluruh tahapan penanganan dan identifikasi terhadap jenazah selesai dilaksanakan sesuai prosedur.
“Penyerahan jenazah dilakukan kepada pihak yang menerima kuasa dari keluarga korban untuk selanjutnya dilakukan proses pemakaman atau kremasi sesuai dengan keputusan dan permintaan keluarga,” ungkapnya.
Dalam proses tersebut, pihak keluarga menyatakan menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah. Selanjutnya, jenazah dibawa oleh pihak penerima kuasa untuk menjalani proses kremasi di Krematorium Bahagia, Desa Pekutatan, Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana.
AKP I Putu Suparta menambahkan, jajaran Sat Polairud Polres Jembrana turut memastikan seluruh proses penanganan korban berjalan secara tertib dengan tetap memperhatikan aspek kemanusiaan dan penghormatan terhadap korban.
“Kami menyampaikan turut berduka cita kepada keluarga korban. Kami juga memastikan proses penanganan dan penyerahan jenazah dapat berjalan dengan aman, tertib dan sesuai ketentuan,” ujarnya.
Sementara itu, peristiwa tersebut menjadi perhatian terhadap keselamatan wisatawan yang beraktivitas di kawasan pantai. Kondisi cuaca dan gelombang yang berubah-ubah dapat meningkatkan risiko bagi masyarakat maupun wisatawan yang berenang atau mandi di laut.
Dengan hal tersebut, pihaknya menghimbau masyarakat dan wisatawan untuk selalu memperhatikan kondisi laut sebelum melakukan aktivitas di kawasan pantai.
“Pantai memiliki potensi bahaya yang harus diwaspadai. Kami mengimbau masyarakat dan wisatawan agar tidak memaksakan diri berenang atau mandi ketika kondisi laut tidak memungkinkan dan selalu memperhatikan arahan petugas maupun tanda-tanda keselamatan di kawasan pantai,” pungkasnya. (gsn/mbn)






















