Monday, September 14, 2026
Monday, September 14, 2026

West Bali Expo Jadi Strategi Jemput Investor, Jembrana Tawarkan Potensi dan Aset Daerah

JEMBRANA, MediaBaliNews – Pemerintah Kabupaten Jembrana mulai mengubah pola promosi investasi dari sekadar menunggu menjadi aktif menjemput investor melalui West Bali Expo (WBE) 2026. Kegiatan perdana yang digelar Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jembrana ini menjadi ruang untuk memperkenalkan potensi, produk unggulan hingga peluang investasi di Bumi Mekepung.

West Bali Expo 2026 berlangsung selama tiga hari, Jumat hingga Minggu, 14-16 Agustus 2026, di Ballroom Gedung Kesenian Ir. Soekarno Jembrana. Kegiatan tersebut sekaligus dirangkaikan dengan menyambut HUT Kota Negara ke-131 dan HUT Kemerdekaan RI ke-81.

Berbeda dari pameran produk pada umumnya, WBE diarahkan sebagai sarana mempertemukan potensi daerah dengan investor. Sejumlah stand menampilkan produk unggulan Jembrana, khususnya olahan kakao, seperti Koperasi Kakao Kerta Semaya Semaniya, Jecho Jembrana Cokelat Bali, Prascho, Cokelat Co Jaen San, hingga produk dari Universitas Triatma Mulya.

Selain itu, turut ditampilkan berbagai produk dan peluang usaha lainnya, seperti PT Global Bisnis Tehnologi, PHRI, IPRO Potensi Investasi, Milan Lem Perekat Baja Ringan atau lem kayu, PT Sentrik dengan produk motor dan mobil listrik, serta Arcstone Konstruksi.

Kepala DPMPTSP Jembrana, I Made Gede Budhiarta mengatakan, WBE menjadi salah satu strategi pemerintah daerah dalam mempercepat masuknya investasi ke Jembrana.

“Kita tahu Kabupaten Jembrana mulai dilirik investor, di mana mulai terlihat titik-titik dan itu sudah mulai kelihatan, baik di wilayah timur, tengah dan sisi barat, termasuk ada Pelabuhan Perikanan Nusantara. Hal ini kita tak bisa pasif, tetapi harus aktif. Mempersiapkan semuanya itu makanya kita membuat West Bali Expo dengan tema AI Technology, Trade, Tourism & Investment ,” ungkapnya saat ditemui dilokasi, Jumat (15/8).

Menurutnya, potensi yang ditawarkan dalam WBE tidak hanya berasal dari sektor usaha dan UMKM. Pemkab Jembrana juga mulai mengoptimalkan sejumlah aset daerah yang dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi kawasan produktif dan destinasi wisata.

Beberapa di antaranya yakni Anjungan Cerdas Rambut Siwi, Pantai Wisata Delod Berawah dan Museum Purbakala di Gilimanuk. Sejumlah aset tersebut nantinya dapat dikonsep ulang, dikembangkan maupun disinergikan dengan pihak investor.

Untuk kawasan Delod Berawah, misalnya, pemerintah daerah menyiapkan konsep destinasi wisata terintegrasi yang tidak hanya mengandalkan kolam renang dan wahana air, tetapi juga dilengkapi restoran serta vila sehingga wisatawan memiliki alasan untuk tinggal lebih lama.

Baca Juga :  Setelah Dipastikan Sehat, Sejumlah Penyu Hijau Yang Hendak Diselundupkan Kini Dilepasliarkan di Pantai Perancak

Begitu pula Anjungan Cerdas Rambut Siwi yang dinilai masih memiliki ruang pengembangan dengan penambahan sejumlah fasilitas. Sementara Museum Manusia Purba Gilimanuk diarahkan memiliki daya tarik yang lebih luas.

“Nanti kita evaluasi kembali, sehingga kita menemukan satu bentuk atau pola promosi yang tepat, termasuk yang di Museum Manusia Purba Gililmanuk. Jadi konsepnya tidak lagi Gilimanuk, tetapi Museum Manusia Purba Gililmanuk akan menjadi Ikon Bali, sehingga betul-betul Gilimanuk jadi pintu gerbang Bali, ” terangnya.

Konsep WBE juga tidak hanya menyasar investor. Pelaku UMKM, sektor pariwisata, akademisi, teknologi dan ekonomi kreatif turut dilibatkan. Kaum muda melalui Jegeg Bagus juga diberikan peran sebagai penjaga stand sekaligus penyampai informasi mengenai potensi dan rencana pembangunan Jembrana ke depan.

Dari sisi teknologi, WBE menghadirkan berbagai inovasi seperti Artificial Intelligence (AI), drone, smart farming, kendaraan listrik, Augmented Reality (AR), Internet of Things (IoT), robotika dan otomasi hingga solusi digital.

Sementara sektor pariwisata menggandeng PHRI, hotel dan resort, destinasi wisata, desa wisata, travel agent, atraksi budaya, ekonomi kreatif dan kuliner khas Jembrana. Pada sektor perdagangan, produk UMKM dan industri kreatif juga dipertemukan dengan perbankan, lembaga pembiayaan, asuransi hingga marketplace digital.

Di sisi investasi, pemerintah daerah menyiapkan sejumlah peluang melalui Investment Project Ready to Offer (IPRO), mulai dari pariwisata, kawasan industri, pertanian modern, perikanan, energi baru terbarukan, properti, infrastruktur hingga hilirisasi produk pertanian dan perikanan.

Melalui WBE, Jembrana tidak hanya ingin memperkenalkan potensi daerah, tetapi juga mendorong terjadinya kerja sama konkret antara pemilik lahan, pemilik konsep atau proyek dan investor. Pola tersebut diharapkan mampu membuka lapangan kerja, menggerakkan ekonomi lokal serta mempercepat pengembangan aset dan potensi daerah.

Dengan rencana menjadikan West Bali Expo sebagai agenda rutin, Pemkab Jembrana berharap promosi investasi dapat dilakukan secara konsisten sehingga semakin banyak potensi daerah yang dikenal dan dikembangkan.

Menurut Gede Budhiarta, langkah tersebut sekaligus memperkuat posisi Jembrana sebagai kawasan yang tidak hanya memiliki potensi, tetapi juga siap menawarkan peluang investasi kepada investor nasional maupun internasional.

“Kedepan Expo ini kita buat rutin, karena promosi itu tidak bisa hanya sekali, tetapi harus konsisten,” pungkasnya. (gsn/mbn)

BERITA MENARIK LAINNYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKINI