Sunday, April 19, 2026
spot_img
Sunday, April 19, 2026

Pelebon Ida Sri Mpu Nabe Gde Karuna Putra Berlangsung Khusuk

JEMBRANA, MediaBaliNews – Pelebon Ida Sri Mpu Nabe Gde Karuna Putra, Griye Pande Maitri Buana Budeng Putih berlangsung di Kelurahan Sangkaragung, Kecamatan Jembrana, Kabupaten Jembrana, Rabu (5/2/2025).

Upacara pelebon yang berlangsung khusuk ini dihadiri oleh Ketua Maha Semaya Warga Pande (MSWP) Provinsi Bali, Pande Nyoman Wahyu Suteja beserta semeton Pande yang tersebar di seluruh Bali.

Rangkaian upacara dimulai dengan Bumi Sudha pada pukul 09.00 Wita. Kemudian berlanjut dengan Mapegat pada pukul 11.00 Wita. Kemudian, layon Ida Sri Mpu Nabe Gde Karuna Putra menuju ke tempat pengesengan yang berada tepat didepan Griye Pande Maitri Buana Budeng Putih.

Kemudian, selama prosesi upacara pelebon ini, yang dimulai dari Bumi Sudha hingga Ngayud ke Segara dipuput oleh sekitar sebanyak 14 Sulinggih.

Dalam kesemapatan tersebut, Ketua Panitia Pelebon Ida Sri Mpu Nabe Gde Karuna Putra, I Komang Ariawan mengatakan, Ida Sri Mpu Nabe Gde Karuna Putra lebar (meninggal) pada tanggal 14 Januari 2025 lalu.

Kemudian, kata Komang Ariawan, dalam susunan Upacara Pitra Yadnya telah dimulai pada tanggal 20 Januari 2025 lalu yang dimulai dengan Ngeruak Genah Karya hingga hari ini dilaksanakan Pelebon.

“Nantinya akan dilanjutkan dengan proses upacara Mamukur yang akan kami lakasanakan pada tanggal 13 sampai 16 Februari 2025,” ungkapnya saat ditemui dilokasi.

Kemudian, dirinya mengungkapkan bahwa dari awal hingga akhir proses Upacara Pitra Yadnya Ida Sri Mpu Nabe Gde Karuna Putra ini dipuput oleh sekitar 20 lebih Sulinggih se-Bali.

“Saya sangat berterimakasih kepada seluruh semeton (saudara) Pande, baik itu yang menjadi pengurus Provinsi maupun Kabupaten. Selain itu yang tak kalah penting adalah peran Pemerintah Kabupaten Jembrana yang telah membantu,” ujarnya.

Baca Juga :  Dahan Pohon Lapuk Timpa Pikap di Pekutatan, BPBD Jembrana Lakukan Penanganan Cepat

Sementara, Ketua Maha Semaya Warga Pande (MSWP) Provinsi Bali, Pande Nyoman Wahyu Suteja menjelaskan, dalam keluarga Pande yang tergabung dalam MSWP itu tidak membeda-bedakan Sulinggih maupun Srimpu yang tersebar diseluruh Bali.

“Sehingga, pada saat lebar (meninggal) kita semua wajib untuk bertanggungjawab, dan juga bersama-sama ikut mengantarkan serta mendoakan agar beliau dapat tempat yang baik, ” pungkasnya. (gsn/mbn)

BERITA MENARIK LAINNYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img
spot_img

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKINI