TABANAN, MediaBaliNews – Dinas Kebudayaan Kabupaten Tabanan resmi menetapkan tiga puluh sembilan nominasi terbaik dalam ajang lomba ogoh-ogoh tingkat kecamatan tahun dua ribu dua puluh enam.
Panitia melakukan seleksi ketat terhadap enam puluh empat peserta sekaa teruna yang mendaftar dari seluruh pelosok wilayah lumbung beras Bali. Gelaran ini menjadi bagian utama dari Festival Singasana III guna mengapresiasi kreativitas pemuda dalam melestarikan tradisi seni budaya lokal.
“Lomba ini merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi terhadap kreativitas sekaa teruna dalam menjaga adat serta tradisi Bali melalui kreasi seni,” ujar Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Tabanan, I Made Subagia, saat memberikan keterangan resmi, Selasa, 3 Maret 2026.
Para nominasi tersebut berasal dari sepuluh kecamatan yang tersebar merata mulai dari wilayah pegunungan hingga pesisir pantai selatan. Kecamatan Selemadeg Timur, Penebel, Kerambitan, Marga, Kediri, dan Tabanan masing-masing mengirimkan lima perwakilan terbaik untuk bertarung di tingkat selanjutnya. Sementara itu, Kecamatan Baturiti meloloskan empat peserta dan Kecamatan Selemadeg mengirimkan tiga sekaa teruna untuk memperebutkan gelar juara tahun ini.
“Sesuai tema festival tahun ini kita semua ingin mewujudkan semangat kebersamaan melalui karya seni ogoh-ogoh yang memiliki nilai filosofis tinggi,” katanya.
Setiap pemenang juara pertama pada tingkat kecamatan memiliki kewajiban untuk mengikuti Festival Singasana III tingkat kabupaten. Pemerintah daerah menyediakan biaya kepesertaan sebesar tiga puluh lima juta rupiah bagi setiap pemenang utama yang akan memamerkan karyanya. Panitia menjadwalkan pemajangan ogoh-ogoh terbaik tersebut di Area Garuda Wisnu Singasana mulai tanggal tiga belas hingga lima belas Maret mendatang.
“Saat pemajangan di tingkat kabupaten nanti panitia menyediakan area penempatan serta tenda istirahat dan perangkat gambelan bagi seluruh peserta lomba,” tutur Subagia.
Alur pementasan akan berlangsung sangat meriah dengan titik mulai berada tepat di depan panggung kehormatan komulatif kota. Setiap rombongan sekaa teruna mendapatkan durasi waktu maksimal sepuluh menit untuk menunjukkan atraksi koreografi di depan para dewan juri. Peserta akan bergerak menyusuri Jalan Gunung Agung menuju Patung Sagung Wah sebelum akhirnya menyelesaikan pawai di Lapangan Garuda Wisnu Singasana.
“Pawai ogoh-ogoh dewasa akan mulai bergerak pada sore hari dengan menempuh rute yang melintasi jantung kota pusat pemerintahan Kabupaten Tabanan,” jelasnya.
Panitia menetapkan standar penilaian yang mencakup unsur estetika, proporsi anatomi, hingga keselarasan alunan musik pengiring selama proses atraksi berlangsung. Seluruh ogoh-ogoh yang lolos seleksi wajib sudah berada di lokasi penilaian paling lambat pada tanggal sebelas Maret dua ribu dua puluh enam. Tim juri ahli akan menentukan peraih gelar terbaik satu hingga tiga sedangkan juri kehormatan bertugas memilih juara harapan.
“Kami menegaskan bahwa display ogoh-ogoh sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing peserta guna menguji kemandirian para generasi muda kita semua,” pungkasnya.
Pelaksanaan festival tahun ketiga ini diharapkan mampu mendongkrak kunjungan wisatawan sekaligus memperkuat rasa bangga masyarakat terhadap identitas budaya Bali. Bupati Tabanan menginisiasi kegiatan ini agar para pemuda memiliki wadah positif untuk mengekspresikan bakat seni rupa dan pertunjukan mereka. Keamanan serta ketertiban selama rangkaian acara menjadi prioritas utama pihak kepolisian bersama pecalang desa adat setempat. (ang/mbn)


























