TABANAN, MediaBaliNews – Sesosok mayat pria paruh baya menggerkan warga Banjar Dinas Lumajang, Desa Samsam, Jumat siang. Korban diidentifikasi bernama Ade Rahmat, seorang sopir yang sedang menumpang truk tronton tujuan Gianyar. Tim kepolisian menemukan tubuhnya sudah membujur kaku di emperan tempat pembuatan sanggah beton milik warga setempat.
“Personel kami langsung bergerak ke lokasi setelah menerima laporan warga tentang penemuan mayat ini,” ujar Kasi Humas Polres Tabanan, AKP I Gusti Made Berata, Jumat (17/4/2026).
Truk yang ditumpangi korban awalnya menepi karena mengalami patah baut roda belakang kiri sejak pagi hari. Sambil menunggu kedatangan mekanik bengkel, korban memilih beristirahat di kursi kayu di warung sanggah tersebut. Saksi Sahabuddin sempat meninggalkan korban untuk membantu montir yang baru tiba memperbaiki kerusakan truk tronton itu.
“Sopir dan korban sebelumnya sempat makan bersama di warung sebelah utara lokasi kejadian perkara,” katanya.
Saksi mulai menaruh curiga ketika melihat posisi tidur korban yang tidak berubah dalam waktu cukup lama. Ade Rahmat tampak telentang dengan kepala menghadap tenggara namun tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan sedikit pun. Kekhawatiran saksi terbukti setelah mencoba membangunkan pria berusia enam puluh tahun tersebut namun nihil respon.
“Saksi sempat memeriksa pergelangan tangan namun sama sekali tidak merasakan denyut nadi korban,” ucapnya.
Pihak kepolisian yang tiba di lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara secara menyeluruh. Tim Inafis Polres Tabanan dikerahkan untuk melakukan identifikasi awal dan memeriksa kondisi fisik luar jenazah korban.
Pemeriksaan sementara memastikan tidak ada kejanggalan atau tanda-tanda penganiayaan pada tubuh pria asal Karawang itu. “Petugas di lapangan tidak menemukan bekas kekerasan atau luka mencurigakan pada tubuh korban,” tutur Berata.
Jenazah Ade Rahmat kini telah dievakuasi petugas menuju Rumah Sakit Umum Singasana Nyitdah, Tabanan. Polisi mengamankan barang-barang pribadi milik korban sebagai bahan penyelidikan lebih lanjut oleh Satuan Reserse Kriminal. Penanganan kasus kematian mendadak ini sepenuhnya diambil alih oleh unit Reskrim Polres Tabanan untuk prosedur penyidikan.
“Kami sedang berupaya menghubungi pihak keluarga korban di Jawa Barat terkait peristiwa ini,” pungkasnya. (ang/mbn)






















