Thursday, April 16, 2026
spot_img
Thursday, April 16, 2026

Hutan Dijaga, Ekonomi Tumbuh: Transformasi Desa Nyarai Lewat Ekowisata

PADANG, MediaBaliNews – Wajah Desa Sejahtera Astra Nyarai, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatra Barat, kini berubah signifikan. Jika dulu aktivitas penebangan kayu menjadi tumpuan ekonomi warga, kini desa tersebut justru dikenal sebagai destinasi ekowisata yang mengandalkan kelestarian alam sebagai kekuatan utama.

Perubahan ini tidak terjadi secara instan. Salah satu sosok kunci di balik transformasi tersebut adalah Ritno Kurniawan. Ia pernah menjadi bagian dari masyarakat yang menggantungkan hidup dari menebang kayu di kawasan hutan Bukit Barisan. Namun, kondisi tersebut perlahan ditinggalkan seiring meningkatnya kesadaran akan risiko keselamatan dan dampak kerusakan lingkungan.

Pada masa itu, pendapatan warga dari menebang kayu relatif terbatas, berkisar Rp100 ribu per sekali angkut dengan frekuensi sekitar tiga kali dalam sepekan. Selain berisiko tinggi, aktivitas tersebut juga mengancam keberlanjutan kawasan hutan lindung.

Melihat potensi alam Nyarai yang kaya—mulai dari jalur trekking, lubuk alami, hingga potensi arung jeram—Ritno bersama masyarakat mulai beralih mengembangkan wisata berbasis alam. Pendekatan dilakukan secara bertahap, dengan mengedepankan edukasi dan keterlibatan langsung warga.

Perubahan mulai terasa sejak hadirnya program Desa Sejahtera Astra yang mendorong penguatan kapasitas masyarakat, penyediaan sarana pendukung, hingga pengembangan atraksi wisata seperti arung jeram. Dalam waktu relatif singkat, sekitar tiga bulan, masyarakat yang sebelumnya tidak memiliki pengalaman di sektor pariwisata mulai beradaptasi dan memiliki keterampilan sebagai pemandu wisata.

Kini, lebih dari 100 warga terlibat aktif dalam pengelolaan kawasan wisata, termasuk 45 pemandu arung jeram dan 25 orang yang menjadi pengurus inti. Penghasilan masyarakat pun mengalami peningkatan, dengan rata-rata mencapai Rp400–500 ribu per minggu.

“Dulu sebagian besar masyarakat bergantung pada penebangan kayu. Sekarang mereka sudah beralih menjadi pemandu wisata yang lebih aman dan berkelanjutan,” ujar Ritno.

Baca Juga :  Menparekraf Sebut Pariwisata Pilar Pemulihan Ekonomi Pasca Pandemi

Dampak positif tidak hanya dirasakan dari sisi ekonomi individu, tetapi juga mendorong tumbuhnya usaha baru di desa. Kehadiran homestay, jasa pemandu, serta berbagai layanan pendukung wisata lainnya ikut memperkuat perputaran ekonomi lokal.

Seiring meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan, termasuk dari mancanegara seperti Malaysia, Desa Nyarai semakin dikenal sebagai destinasi ekowisata unggulan di Sumatra Barat.

Presiden Direktur Astra, Djony Bunarto Tjondro, menegaskan bahwa pendampingan yang berkelanjutan menjadi kunci keberhasilan transformasi desa. Menurutnya, pengembangan berbasis potensi lokal dapat berjalan selaras dengan upaya pelestarian lingkungan.

“Ketika masyarakat mendapatkan akses pelatihan dan dukungan yang tepat, mereka tidak hanya memperoleh penghidupan yang lebih baik, tetapi juga berperan dalam menjaga kelestarian alam,” ujarnya.

Ke depan, Desa Sejahtera Astra Nyarai diharapkan terus berkembang sebagai model pengelolaan desa wisata berbasis keberlanjutan. Transformasi ini menjadi bukti bahwa menjaga alam tidak hanya penting secara ekologis, tetapi juga mampu menghadirkan manfaat ekonomi nyata bagi masyarakat. (mbn)

BERITA MENARIK LAINNYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img
spot_img

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKINI