TABANAN, MediaBaliNews – Pemerintah Kabupaten Tabanan memastikan belum ada temuan kasus masyarakat yang terkonfirmasi positif terpapar virus Nipah hingga awal Februari 2026.
Dinas Kesehatan setempat terus melakukan pemantauan ketat pada setiap fasilitas medis guna mendeteksi potensi ancaman penyakit menular. Otoritas daerah mengambil langkah klarifikasi ini untuk memberikan rasa aman kepada warga di tengah meningkatnya kekhawatiran publik global.
“Kewaspadaan adalah kunci utama dalam menjaga kesehatan bersama melalui penerapan pola hidup bersih dan juga sehat setiap hari,” ujar Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, Selasa (3/2).
Virus Nipah merupakan jenis patogen zoonosis yang dapat berpindah dari tubuh hewan terinfeksi menuju ke dalam tubuh manusia. Penularan virus ini terutama terjadi melalui kontak langsung dengan kelelawar pemakan buah atau hewan ternak seperti babi. Cairan tubuh hewan yang sakit menjadi media utama penyebaran virus berbahaya ini bagi para pekerja sektor peternakan.
“Kami mengajak seluruh masyarakat Tabanan untuk tetap tenang serta selalu mengikuti imbauan resmi dari tenaga kesehatan serta pemerintah,” tutur Sanjaya.
Gejala virus Nipah biasanya muncul mulai dari keluhan ringan berupa demam tinggi hingga gangguan pernapasan yang cukup berat. Penderita yang tidak mendapatkan penanganan medis secara cepat berisiko tinggi mengalami radang otak atau ensefalitis fatal. Masyarakat wajib mengenali tanda awal penyakit ini agar proses pengobatan dapat segera dilakukan oleh tim dokter profesional.
“Sampai dengan saat ini belum ada warga di Kabupaten Tabanan yang terkonfirmasi terpapar virus Nipah dalam catatan medis kami,” tegas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan, dr. Ida Bagus Surya Wira Andi.
Dinas Kesehatan mengimbau warga untuk selalu mencuci tangan menggunakan sabun pada air mengalir setelah melakukan aktivitas luar ruangan. Masyarakat harus menghindari konsumsi buah-buahan yang memiliki bekas gigitan hewan liar seperti kelelawar di area kebun. Pengolahan makanan secara matang dan bersih menjadi langkah sangat krusial untuk membunuh kuman penyakit sebelum masuk tubuh.
“Kami terus melakukan pemantauan dan koordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan kesiapsiagaan sistem kesehatan tetap terjaga secara optimal,” imbuh Surya.
Pemerintah daerah meminta warga segera memeriksakan diri ke pusat kesehatan masyarakat jika mengalami gejala demam yang mencurigakan. Petugas medis di seluruh wilayah Tabanan telah mendapatkan instruksi khusus untuk menangani setiap laporan kasus sesuai prosedur. Kerja sama antara masyarakat dan pemerintah akan memperkuat benteng pertahanan kesehatan daerah dari ancaman serangan virus baru.
“Informasi resmi dan akurat akan terus kami sampaikan kepada masyarakat agar tidak terpengaruh oleh berita bohong atau hoaks,” jelas Surya. (ang/mbn)


























