JEMBRANA, MediaBaliNews – Pasca diserang wabah Lumpy Skin Disease (LSD), Pemerintah Kabupaten Jembrana memfokuskan upaya pemulihan ternak dan pencegahan lanjutan, Selasa (14/4/2026).
Sebelumnya, penyakit kulit berbenjol sempat menyerang 6 desa dan menyebar ke 4 kecamatan, kecuali Kecamatan Pekutatan. Bahkan, puluhan ekor sapi milik warga dilaporkan terjangkit, sehingga penanganan tegas berupa pemotongan paksa sempat dilakukan untuk memutus rantai penyebaran.
Kabid Peternakan, Keswan-Kesmavet Dinas Pertanian Perikanan dan Pangan Jembrana, I Gusti Ngurah Putu Sugiarta mengatakan, hingga saat ini belum ditemukan kasus LSD baru di Jembrana.
Dengan kondisi yang mulai terkendali, perhatian kini diarahkan pada proses pemulihan ternak yang sebelumnya terdampak, disertai pengawasan ketat oleh petugas lapangan.
“Saat ini, kita masih fokus pada proses pemulihan,” ungkapnya.
Selain pemulihan, pengawasan lalu lintas ternak juga diperketat guna mencegah potensi penyebaran kembali. Petugas medik veteriner terus melakukan monitoring terhadap kesehatan hewan milik peternak di seluruh wilayah terdampak.
Upaya pencegahan juga diperkuat melalui program vaksinasi. Hingga saat ini, sebanyak 2.100 dosis vaksin LSD telah disalurkan dari total alokasi 3.940 dosis di Jembrana.
Pihaknya juga menghimbau para peternak tetap memperketat lalulintas ternak serta memperhatikan kebersihan kandang ternak mereka agar terhindar dari penyakit kulit berbenjol pada ternak.
“Yang terpenting saat ini adalah melakukan monitoring untuk mengidentifikasi ternak yang kemungkinan terjangkit atau suspek. Kemudian juga melancarkan vaksinasi LSD sebagai opsi lain upaya penyebaran virus tersebut,” pungkasnya. (gsn/mbn)


























