JEMBRANA, MediaBaliNews – Komitmen memberantas penyalahgunaan narkoba di lingkungan TNI terus dipertegas, puluhan personel Kodim 1617/Jembrana ikuti tes urine yang berlangsung di lapangan Makodim 1617/Jembrana, Kamis (30/4/2026).
Selain penindakan, langkah pencegahan dini kini menjadi fokus utama melalui penyuluhan dan tes urine bagi personel yang diikuti oleh 125 peserta yang terdiri dari anggota Kodim serta ibu Persit. Dari jumlah tersebut, sebanyak 38 personel menjalani tes urine secara acak sebagai bagian dari deteksi dini.
Pelaksana Tugas (Plt) Kasdim 1617/Jembrana, Mayor Inf I Gede Nariada mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk antisipasi agar prajurit tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba.
“Tujuan utama kegiatan ini adalah pencegahan sedini mungkin agar anggota kami tidak terlibat ataupun menyalahgunakan obat-obatan terlarang,” ungkapnya.
Menurutnya, meskipun dilakukan secara sampling, tes urine tetap menjadi instrumen penting untuk memonitor kondisi personel di tengah padatnya tugas di lapangan.
“Anggota kami sebagian juga sedang bertugas di lapangan. Untuk tes urine kali ini dilakukan secara sampling terhadap 38 orang,” terangnya.
Lebih lanjut, Nariada menegaskan bahwa institusinya tidak akan memberi toleransi terhadap pelanggaran terkait narkoba. Sanksi berat hingga pemecatan siap dijatuhkan bagi anggota yang terbukti terlibat.
Ia juga mengungkapkan bahwa pelaksanaan tes urine tahun ini mengalami penyesuaian akibat efisiensi anggaran. Jika sebelumnya dilakukan dua kali dalam setahun, kini kegiatan tersebut hanya dilaksanakan satu kali dalam setahun atau per semester.
Meski frekuensi berkurang, pihaknya memastikan alat yang digunakan tetap memiliki tingkat akurasi tinggi, sehingga hasil pemeriksaan tetap dapat diandalkan sebagai langkah deteksi dini penyalahgunaan narkoba di lingkungan TNI.
“Kalau sanksinya sudah jelas, akan diproses sesuai hukum yang berlaku. Apabila benar-benar terlibat dalam penyalahgunaan, terlebih sebagai pengedar, maka sanksi pemecatan pasti dilaksanakan oleh atasan,” pungkasnya. (gsn/mbn)






















