Friday, October 23, 2026
Friday, October 23, 2026

BBM Langka di Jembrana, Ambulans RSU Negara Diprioritaskan, Pelayanan Tetap Optimal

JEMBRANA, MediaBaliNews — Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi di Kabupaten Jembrana menjadi perhatian Rumah Sakit Umum (RSU) Negara, terutama untuk menjaga kelancaran pelayanan kesehatan dan operasional kendaraan ambulans, Kamis (15/10/2026).

Direktur RSU Negara, Dr. I Gusti Agung Putu Arisantha mengatakan, hingga saat ini kelangkaan BBM belum berdampak terhadap operasional ambulans RSU Negara. Pihaknya telah berkoordinasi dengan sejumlah pihak, termasuk pengelola stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), untuk memastikan kendaraan ambulans tetap mendapatkan BBM yang dibutuhkan.

“Untuk sementara, dengan situasi kelangkaan BBM saat ini di Bali khususnya Kabupaten Jembrana oprasional ambulans RSU Negara tidak mengalami dampak apapun, namun untuk menyiasati hal tersebut RSU Negara sudah berkoordinasi dengan pihak SPBU agar kendaraan ambulans dapat diprioritaskan,” ungkapnya.

Menurutnya, koordinasi tersebut dilakukan agar kendaraan ambulans tetap bisa beroperasi tanpa terkendala antrean panjang di SPBU. Bahkan, apabila akses menuju titik pengisian BBM mengalami kemacetan atau kepadatan, petugas pengamanan SPBU diharapkan dapat membantu memberikan akses bagi ambulans.

“Seandainya di SPBU akses untuk menuju titik pengisian dalam keadaan macet atau krodit pastinya membutuhkan waktu, maka itupun dibantu juga oleh petugas pengamanan di SPBU agar diberikan jalan,” jelasnya.

Saat ini, RSU Negara memiliki 4 unit ambulans rujukan dan satu unit ambulans jenazah. Ketersediaan kendaraan tersebut menjadi bagian penting dalam menunjang pelayanan rumah sakit, khususnya untuk kebutuhan rujukan pasien dan pelayanan kedaruratan.

Di sisi lain, kelangkaan BBM juga berpotensi memengaruhi kedatangan petugas maupun pegawai rumah sakit yang harus mengantre untuk mendapatkan bahan bakar. Meski demikian, pihak rumah sakit menyiapkan langkah antisipasi agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan.

Arisantha menjelaskan, apabila terdapat petugas yang terlambat datang akibat mengantre BBM, pihaknya akan mengupayakan komunikasi di masing-masing unit untuk mengatur penanganan sementara, sehingga pelayanan tidak terganggu.

Baca Juga :  Jembatan Nusa Ceningan di Desa Batuagung segera Dibangun

“Jika petugas atau pegawai yang sedang mengantre BBM diupayakan agar tidak terlamat. Namun jika dilapangan terjadi seperti itu maka kita akan saling komunikasi di unit masing-masing agar bisa menghendle sementara yang belum bisa hadir kalau ada antrean yang membutuhkan waktu lama,” terangnya.

Selain pengaturan di masing-masing unit, RSU Negara juga mengkaji sejumlah opsi untuk mengantisipasi kendala kehadiran pegawai. Salah satunya dengan mempertimbangkan pertukaran jadwal shift dengan rekan kerja yang memiliki kesiapan BBM maupun kondisi yang memungkinkan untuk bertugas.

“Ada beberapa opsi atau solusi, ini masih dikaji bisa shiftnya itu ditukar dengan rekan yang memiliki kesiapan BBM, fisik ataupun psikologis. Berbagai macam caralah untuk mengupayakan agar mutu pelayanan tetap optimal di RSU Negara ini,” tegasnya.

Ia menegaskan, sebagai fasilitas pelayanan publik, RSU Negara tetap menjalankan pelayanan secara langsung dan tidak menerapkan kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) bagi petugas maupun pegawainya.

“Kita kan petugas atau pegawai RSU tidak WFH, jadi pelayanan publik tetap dilaksanakan,” pungkasnya. (gsn/mbn)

BERITA MENARIK LAINNYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKINI