Friday, October 23, 2026
Friday, October 23, 2026

Tanah Longsor Terjang Pemukiman Warga di Jagasatru Tabanan

TABANAN, MediaBaliNews – Bencana tanah longsor menerjang kawasan permukiman padat di Perum Tera Dati Residen, Banjar Jagasatru, Desa Kediri, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Selasa (20/10/2026) pagi.

Insiden runtuhnya struktur penyangga tanah setinggi kurang lebih lima meter tersebut mengakibatkan bangunan dapur rumah warga ambruk seketika hingga menimpa seorang penghuni yang berada di dalam ruangan.

Peristiwa mengagetkan itu berlangsung sekira pukul 07.30 WITA dan resmi dilaporkan oleh pemilik rumah, Nurul Laili (54), ke Mapolsek Kediri berselang dua jam kemudian.

Kasi Humas Polres Tabanan, IPTU Ni Luh Putu Wiwik Endrayani, memaparkan bahwa tanda-tanda pergerakan tanah sejatinya mulai terdeteksi sejak pukul 07.05 WITA oleh tetangga korban, A.A. Krisna Jaya (39).

Saat saksi tengah beraktivitas memasak di area dapur, mendadak terdengar suara gemuruh keras yang bersumber dari bawah fondasi bangunan.

Menyadari bahaya yang mengintai, saksi bersama anggota keluarganya bergegas berlari menyelamatkan diri ke halaman luar.
Hanya dalam hitungan detik, tembok senderan dapur miliknya berikut bangunan dapur rumah pelapor di Nomor 9 langsung amblas tergerus ke bawah.

“Dalam hitungan detik saksi mendengar senderan bangunan dapur longsor beserta senderan bangunan dapur milik tetangga juga mengalami longsor dengan ketinggian senderan kurang lebih lima meter,” tutur IPTU Wiwik Endrayani saat dikonfirmasi di Tabanan, Selasa siang.

Mendapati kepulan debu dan reruntuhan material, Krisna Jaya bersama saksi lainnya, Samsul Hadi (56), serta warga perumahan langsung merangsek masuk ke kediaman pelapor untuk mengecek keselamatan penghuni.

Warga mendapati anggota keluarga pelapor masih terjebak di dalam rumah. Nahas, salah seorang anak pelapor yang berstatus mahasiswa, Risnu Akbar Kurniawan (29), tertimpa runtuhan puing bangunan dapur meskipun masih dalam kondisi sadar.

Baca Juga :  Tiga Gedung Pemerintahan Baru Resmi Diresmikan, Bupati Tabanan Ajak Semua Pihak Bersinergi Wujudkan Tabanan Era Baru

Pihak warga sekitar tidak tinggal diam atau bungkam melihat korban terhimpit material tembok. Dengan sigap, warga bahu-membahu mengevakuasi korban dari tumpukan puing. Risnu lantas dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tabanan guna mendapatkan penanganan medis darurat.

“Korban dibawa untuk penanganan lebih lanjut ke Rumah Sakit Umum Tabanan, namun pihak rumah sakit memperbolehkan korban untuk pulang setelah difoto rontgen karena hanya mengalami luka luar berupa lecet-lecet saja,” beber Wiwik.

Dari hasil olah tempat kejadian perkara dan pemeriksaan awal kepolisian, musibah ini murni dipicu faktor alam serta keausan struktur bangunan, sehingga menepis dugaan adanya iktikad buruk maupun unsur kesengajaan dari pihak mana pun.

Wiwik menuturkan, ambrolnya tebing penahan dipicu oleh pengikisan tanah serta kondisi konstruksi fondasi senderan yang sudah labil dimakan usia.

Kendati tidak merenggut korban jiwa dan nilai kerusakan fisik tidak sampai membengkak drastis ke angka puluhan juta, pemilik rumah harus menanggung kerugian materiil yang ditaksir mencapai Rp8 juta.

Merespons laporan yang diteruskan melalui Bhabinkamtibmas Desa Kediri, personel Polsek Kediri langsung diterjunkan ke lokasi untuk memasang batas pengamanan dan memintai keterangan para saksi mata.

“Personel sudah mendatangi lokasi kejadian, mencatat keterangan saksi-saksi, serta berkoordinasi intensif dengan pihak BPBD Tabanan untuk langkah penanganan lanjutan,” pungkasnya. (ang/mbn)

BERITA MENARIK LAINNYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKINI