Tuesday, October 27, 2026
Tuesday, October 27, 2026

Dua Warga Sumbersari Digigit Anjing Diduga Rabies, Satu Korban Alami Luka di Wajah

JEMBRANA, MediaBaliNews — Dua warga Desa Sumbersari, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, menjadi korban gigitan seekor anjing liar yang diduga terinfeksi rabies, Sabtu (24/10).

Menurut informasi, anjing berwarna putih abu-abu yang tidak diketahui pemiliknya itu dilaporkan menyerang warga dalam rentang waktu pagi hingga sore hari.

Karena menunjukkan perilaku agresif, anjing tersebut akhirnya dieliminasi. Sampel otaknya kemudian diambil untuk menjalani pemeriksaan laboratorium di Balai Besar Veteriner (BBVet) Denpasar.

Kemudian, kedua korban diketahui diserang di lokasi dan waktu berbeda, dengan salah satu korban mengalami gigitan pada bagian wajah.

Korban pertama, Ni Ketut Sutari, mengalami gigitan pada bagian kaki saat kejadian pagi hari. Setelah mengalami serangan tersebut, korban telah mendapatkan vaksin anti rabies (VAR).

Sementara itu, pada sore harinya, anjing yang sama kembali menyerang warga lainnya, Ni Putu Sekar Rini. Gigitan mengenai bagian wajah sehingga korban harus mendapatkan penanganan lebih lanjut berupa serum anti rabies (SAR), mengingat luka di area tersebut termasuk kategori berisiko tinggi.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Dinas Pertanian dan Pangan (PPP) Jembrana, I Gusti Ngurah Putu Sugiarta membenarkan adanya kasus gigitan anjing yang diduga rabies tersebut.

Saat ini, pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan sampel untuk memastikan status rabies pada hewan itu.

“Benar ada kasus gigitan anjing diduga rabies di wilayah Kecamatan Melaya. Kita sudah lakukan pengambilan sampel. Kita masih tunggu hasil lab,” ungkapnya, Senin (26/10/2026).

Sugiarta menjelaskan, langkah lanjutan akan dilakukan berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium. Apabila sampel dinyatakan positif rabies, pihaknya akan melaksanakan vaksinasi darurat di sekitar lokasi kejadian guna mengantisipasi penyebaran penyakit tersebut.

Dengan masih menunggu hasil laboratorium dari kasus di Sumbersari, masyarakat dihimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap anjing yang menunjukkan perilaku agresif atau tidak dikenal.

Baca Juga :  Lantik 3 Perbekel, Bupati Tamba Ajak Kompak untuk Percepatan  Pembangunan  

Warga yang mengalami gigitan hewan berisiko rabies perlu segera mencuci luka dengan sabun dan air mengalir selama 15 menit serta mendatangi fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan sesuai kebutuhan.

“Sepanjang Januari hingga Oktober 2026, kasus gigitan positif rabies di Jembrana tercatat 81 kasus,” pungkasnya. (gsn/mbn)

BERITA MENARIK LAINNYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKINI