JEMBRANA, MediaBaliNews — Naas, seorang pria bernama I Made Sumarwa (65) meninggal dunia setelah tersengat aliran listrik pada tiang lampu penerangan jalan di pinggir saluran irigasi Lingkungan Baler Bale Agung, Kelurahan Tegalcangkring, Kecamatan Mendoyo, Jembrana, Minggu (25/10).
Menurut informasi, korban diduga tersengat listrik saat hendak mengenakan pakaian setelah mandi di aliran irigasi bersama tetangganya. Berdasarkan hasil pemeriksaan petugas, tiang lampu penerangan jalan tersebut diketahui mengandung aliran listrik akibat kabel yang terkelupas di bagian atas pipa besi.
Kapolsek Mendoyo, Kompol I Wayan Sartika membenarkan peristiwa tersebut. Kejadian diperkirakan berlangsung sekitar pukul 19.30 Wita, sedangkan informasi mengenai korban diterima kepolisian setelah saksi lainnya mendatangi lokasi.
Lebih lanjut, ia menjelaskan, berdasarkan keterangan saksi pertama, korban selesai mandi lebih dahulu dan naik menuju tangga beton di pinggir irigasi. Saat hendak mengenakan celana dalam, korban memegang tiang lampu penerangan jalan yang berada di dekatnya.
Korban kemudian berteriak “ADUH” sebelum terjatuh tersungkur dengan posisi kepala mengarah ke bagian bawah tangga beton.
Melihat kejadian itu, saksi yang saat itu masih berada di aliran irigasi berusaha menolong korban. Namun, sebelum sempat menyentuh tubuh korban, saksi merasakan sensasi seperti tersengat listrik. Saksi pun langsung melompat ke aliran irigasi dan menjauh dari lokasi.
Saksi kemudian bergerak sekitar 20 meter ke arah hulu sebelum naik melalui senderan irigasi menuju jalan desa. Di lokasi tersebut, saksi bertemu dengan tetangga korban lainnya yang sedang sembahyang dan memberitahukan kejadian tersebut.
Mendapat informasi itu, saksi kedua langsung menuju lokasi untuk memeriksa kondisi korban. Setibanya di tempat kejadian perkara (TKP), korban ditemukan dalam posisi terlentang dengan kepala berada di tangga beton bagian bawah, sedangkan kaki kirinya masih menempel pada tiang lampu penerangan jalan.
Karena menduga masih terdapat aliran listrik, saksi kedua tidak berani menyentuh tubuh korban dan segera menghubungi anggota Polsek Mendoyo melalui telepon.
Pemeriksaan yang dilakukan pihak PLN dipastikan tiang lampu tersebut masih dialiri listrik. Hal itu diketahui melalui pengecekan menggunakan alat pendeteksi arus listrik atau tespen.
Tiang lampu tersebut terbuat dari pipa besi, sedangkan aliran listrik diduga merambat ke bagian tiang melalui kabel yang terkelupas di ujung atas pipa besi.
“Dari hasil pemeriksaan pihak PLN, tiang lampu penerangan jalan tersebut memang mengandung aliran listrik. Diduga arus listrik merambat ke tiang melalui kabel yang terkelupas di bagian atas pipa besi,” ungkapnya.
Sementara itu, pemeriksaan terhadap jenazah dilakukan oleh dokter bersama tim Identifikasi Polres Jembrana dan tim Dokkes Polres Jembrana.
Dari hasil pemeriksaan luar, ditemukan luka lecet di bawah lutut kaki kiri serta bekas luka keloid pada lengan kanan di bawah bahu. Petugas juga mencatat tidak ditemukan lebam maupun kaku mayat saat pemeriksaan dilakukan.
Peristiwa ini menjadi perhatian terkait keamanan instalasi listrik di sekitar fasilitas umum, khususnya tiang penerangan jalan yang berada dekat aliran air.
Masyarakat dihimbau berhati-hati dan tidak menyentuh tiang atau instalasi listrik yang dicurigai mengalami kerusakan, terutama saat berada di area basah.
“Kami menghimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di sekitar instalasi listrik, terutama di area basah. Jika menemukan kabel terkelupas atau tiang listrik yang diduga beraliran listrik, jangan disentuh dan segera laporkan kepada petugas terkait,” pungkasnya. (gsn/mbn)






















