MANGUPURA, MediaBaliNews – Warga dan pekerja di kawasan pesisir selatan Pulau Dewata digegerkan oleh penemuan sesosok mayat perempuan tanpa identitas dalam kondisi terbujur kaku di atas karang datar kawasan Pantai Nyangnyang, Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Sabtu (24/10/2026) sekira pukul 17.10 WITA.
Peristiwa yang langsung menyita perhatian publik tersebut bermula ketika dua orang saksi mata, masing-masing I Kadek Adianto (41) dan Erenza Perdana (27), mendatangi lokasi kejadian usai mendapat informasi darurat. Jajaran kepolisian dari Satuan Polairud Polresta Denpasar yang menerima laporan segera bergerak cepat menerjunkan tim gabungan bersama unsur Basarnas dan Balawista ke tempat kejadian perkara (TKP).
Berdasarkan himpunan keterangan di lapangan, insiden nahas itu kali pertama disadari oleh saksi mata Erenza bersama rekan-rekan kerjanya sesama buruh proyek yang sengaja melepas penat di pesisir Pantai Nyangnyang selepas jam kerja. Di tengah aktivitas tersebut, seorang warga negara asing (WNA) tak dikenal mendadak menghampiri mereka dan menunjuk ke arah gundukan karang laut.
“Ada melihat seperti tubuh orang tergeletak di atas karang datar di laut,” demikian informasi yang disampaikan saksi mata kepada aparat kepolisian menirukan laporan turis asing tersebut.
Mendapati laporan itu, para saksi bergegas mendatangi titik yang ditunjukkan. Betapa terkejutnya mereka tatkala mendapati sesosok tubuh manusia berjenis kelamin perempuan terbaring terlentang di atas karang dengan mengenakan pakaian dalam berupa bra berwarna biru serta celana dalam bernuansa cokelat keunguan.
Saksi pertama, I Kadek Adianto, yang tiba bersama Kelian Desa Pecatu langsung berkoordinasi dengan aparat berwenang begitu mendengar kesaksian tersebut. Pihaknya menuturkan, evakuasi darurat segera diputuskan guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan mengingat kondisi medan pesisir yang cukup terjal.
Tim gabungan lantas mengevakuasi jasad korban dari bibir pantai menggunakan ambulans Yayasan Masjid Al Fatah untuk dilarikan menuju ruang jenazah RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah Denpasar.
Di sekitar lokasi penemuan, petugas juga mengamankan sejumlah barang bawaan milik korban berupa sebuah tas yang berisi gawai (handphone), uang tunai, serta beberapa barang pribadi lainnya. Kendati demikian, aparat kepolisian tidak menemukan kartu identitas resmi yang melekat pada diri korban.
Pihak kepolisian dari Polresta Denpasar membeberkan bahwa dugaan sementara mengarah pada indikasi bahwa korban merupakan warga negara asing (WNA). Kendati demikian, penyidik menegaskan tidak akan berspekulasi dan masih mendaraskan penyelidikan mendalam guna mengungkap identitas pasti korban.
“Untuk identitas korban diduga seorang perempuan WNA, untuk memastikan identitasnya kepolisian dari Polair Polresta Denpasar masih melakukan penyelidikan,” ungkap pihak Kasi Humas Polresta Denpasar saat memberikan keterangan resmi.
Hingga berita ini diturunkan, jenazah korban masih disemayamkan di instalasi kedokteran forensik RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah Denpasar menanti hasil identifikasi lanjutan serta pihak keluarga yang merasa kehilangan anggota keluarganya. (ang/mbn)






















