Thursday, April 16, 2026
spot_img
Thursday, April 16, 2026

Diduga Terseret Arus, Seorang Pemuda Ditemukan Mengambang di Pantai Candikusuma

JEMBRANA, MediaBaliNews – Seorang pemuda ditemukan sudah tidak bernyawa mengambang di pantai Candikusuma, Jumat (24/2) siang. Pemuda tersebut diduga terseret arus hendak mencari ikan di pantai.

Dari informasi, korban bernama Muhamad Riko Maulana (20), asal Dusun Tirta Kusuma, Desa Candikusuma, Kecamatan Melaya, Jembrana, ditemukan mengambang sudah tidak bernyawa di pesisir pantai Candikusuma sekitar 60 meter dari bibir pantai.

“Pukul 12.05 Wita Korban berhasil ditemukan oleh Tim SAR Gabungan dalam keadaan meninggal dunia, sekitar 1 Kilometer arah timur dari lokasi diduga korban terseret arus, pada koordinat 8°18’35.03″S 114°30’46.40″T,” kata Kordinator Pos Pertolongan dan Pencarian Jembrana Dewa Putu Hendri Gunawan, saat dikonfirmasi lewat sambungan telepon, Jumat sore (24/2).

Dewa Hendri menjelaskan, korban diketahui pada Kamis siang (23/2) sekitar pukul 13.30 hendak menyusul temannya yang sudah terlebih dahulu menjaring ikan di pantai. Korban yang sempat diantar ayahnya, kemudian ditinggal di pinggir pantai. “Korban jalan kaki di pesisir pantai ke arah barat, menuju arah muara sungai Sanghyang,” katanya.

Karena harus menyeberangi muara sungai Sanghyang untuk menyusul teman-temannya, korban sempat bertemu dengan salah seorang warga bernama Mujio. Saat itu, kata dia, saksi sempat bertanya dan memperingatkan korban, bahwa air muara sungai besar dan arusnya deras, tidak mungkin bisa untuk diseberangi.

“Namun korban saat itu menjawab, kalau tidak bisa (nyeberang muara), nanti saya akan balik pulang saja,” kata Dewa Hendri menirukan ucapan saksi.

Karena sudah mendengar jawaban korban seperti itu, akhirnya saksi pergi ke arah timur meninggalkan korban di pinggir muara sungai. Hingga pada sore hari sekitar pukul 17.00 wita, keluarga korban bingung karena korban belum kunjung pulang.

Baca Juga :  Paslon Bang-Ipat Disambut Baik di Kandang Lawan, Terdengar Teriakan Ganti Bupati

“Memang orangtuanya yang ngantar, tapi dia tidak tau lagi kondisi anaknya. Karena memang tidak ada lagi saksi yang melihat korban. Kemungkinan korban itu dia nyeberang, diduga terseret arus,” ungkapnya.

Kemudian pihaknya melakukan pencarian setelah menerima laporan dari Bhabinkamtibmas, pada Jumat (24/2). Pukul 10.40 Tim Rescue Pos Pencarian dan Pertolongan Jembrana dengan 9 orang personil dikerahkan lokasi kejadian, untuk melaksanakan pencarian. “Akhirnya korban ditemukan sudah meninggal dunia,” pungkasnya.

Untuk diketahui unsur SAR Gabungan yang terlibat yakni, Tim Rescue Pos Pencarian dan Pertolongan Jembrana, Brimob Datasemen C Gilimanuk, TNI AL Pengambengan, Polsek Melaya, BPBD, Potensi SAR 115 serta warga setempat dan nelayan. (cak/mbn)

BERITA MENARIK LAINNYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img
spot_img

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKINI