Saturday, April 18, 2026
spot_img
Saturday, April 18, 2026

Pengempon Merajan Gede Dalem Sekar Satria Taman Bali Mahagotra Tirta Harum Jembrana Gelar Padudusan Alit lan Ngenteg Linggih

JEMBRANA, MediaBaliNews – Keluarga pengempon Merajan Gede Dalem Sekar Satria Taman Bali Mahagotra Tirta Harum Jembrana yang terletak di Banjar Anyar, Desa Batuagung, Kecamatan Jembrana, Jembrana menggelar Upacara Pedudusan Alit, Ngenteg Linggih, Mupuk Pedagingan, Wrespati Kalpa di Merajan Gede Dalem Sekar Satria Taman Bali Mahagotra Tirta Harum Jembrana yang puncaknya dilaksanakan pada Buda, Umanis, Medangingsia (20/03/2024). 

Menurut Ketua Panitia Pelaksana (Prawartaka Karya), I Dewa Komang Parnata, S.KM., secara filosofis, upacara Ngenteg Linggih yang dilakukan ini merupakan upacara untuk menstanakan Ida Sang Hyang Widhi Wasa/Tuhan Yang Maha Esa dalam bentuk manifestasiya sebagai Ida Bhatara Leluhur dan Kawaitan di Merajan Gede Dalem Sekar Satria Taman Bali Mahagotra Tirta Harum Jembrana. Rangkaian upacara ngenteg linggih ini dilaksanakan selama 1 (satu) bulan lebih dimulai dari awal bulan Februari 2024.

“Pertama, dilakukan kegiatan nyukat ngawit ngewangun genah upakara, dilanjutkan dengan matur piuning, upacara ngadegan Dewa Nini, Muja Sri, Pecaruan Rsi Gana, Mepepada, mekala sunia, ngebeji, mekebat daun, dan diakhiri dengan mejejauman/meajar-ajar,” jelas Parnata.

Lebih lanjut, Parnata menjelaskan bahwa dalam rangkaian upacara ngenteg linggih ini juga dilakukan upacara Mepandes/Mesangih (potong gigi) dan Mepetik secara masal yang diikuti oleh 28 (dua puluh delapan) orang untuk upacara potong gigi dan 18 orang untuk upacara Mepetik.

Pada puncak karya yang jatuh pada pada Buda, Umanis, Medangingsia (20/03/2024), kegiatan dilakukan sejak pagi hari dengan rangkaian kegiatan ngebejian, mepasar, peguntingan, pedudusan alit, ngaturang piodalan, oton mesangih dan oton mepetik. “Pada hari ini, kegiatan puncak karya dilaksanakan sejak pukul 08.00 Wita dan berakhir dengan persembahyangan bersama diikuti oleh seluruh semeton,” ujar Parnata.

Rangkaian upacara Pedudusan Alit, Ngenteg Linggih, Mupuk Pedagingan, Wrespati Kalpa di Merajan Gede Dalem Sekar Satria Taman Bali Mahagotra Tirta Harum Jembrana dipuput 3 (tiga) sulinggih. Ida Pedanda dari Griya Anom Manuaba dan Griya Penida Banjar Anyar Jembrana serta Ida Rsi Bujangga dari Griya Pergung Mendoyo. Bebantenan yang digunakan dalam upcara ngenteg linggih ini adalah Banten Bebangkit dan Caru Rsi Gana.

Baca Juga :  Akibat Diguyur Hujan Deras, Sebuah Pohon Tumbang Timpa Garasi Warga di Gumbrih

Upacara Pedudusan Alit, Ngenteg Linggih, Mupuk Pedagingan, Wrespati Kalpa di Merajan Gede Dalem Sekar Satria Taman Bali Mahagotra Tirta Harum Jembrana menelan anggaran kurang lebih 400 juta. Parnata mengungkapkan bahwa seluruh anggaran tersebut sebagian besar bersumber dari swadaya semeton dalam bentuk urunan wajib dan punia dari semeton dan juga pihak lainnya, termasuk dari Pemerintah.

“Bebarapa pihak memerikan punia untuk mendukung kegiatan upacara ini. Anggaran yang telah terkumpul digunakan untuk memenuhi kebutuhan upakara dan kegiatan pendukung termasuk konsumsi”, ungkapnya.

Upacara ngenteg linggih ini juga dihadiri oleh Bupati Jembrana, I Nengah Tamba bersama Istri, Candrawati Tamba dan jajaran. Bupati Tamba hadir bersama rombongan pada hari Selasa (19/03/2024) untuk memenuhi undangan dari panitia karya. “Bapak Bupati dan Ibu beserta rombongan kemarin hadir memenuhi undangan kami untuk mececingak, kami sangat bersyukur beliau bisa hadir”, kata Parnata.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Jembrana menyatakan bahwa pihaknya sangat mendukung pelaksanaan yadnya yang dilakukan oleh masyarakat. Kegiatan yadnya seperti ini diharapkan dapat meningkatkan sradha dan baktinya kehadapan Tuhan yang Maha Esa serta ke depan dapat menciptakan masyarakat yang santi, bahagia, sesuai tujuan Hindu yakni Moksartham Jagadhita ya ca Iti Dharma. (gsn/mbn)

BERITA MENARIK LAINNYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img
spot_img

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKINI