Monday, April 20, 2026
spot_img
Monday, April 20, 2026

Sebanyak 12 Ton RDF Perdana Dikirim ke Jawa Timur, Bupati Tamba Optimis Persoalan Sampah di Jembrana Teratasi Dalam 4 Tahun

JEMBRANA, MediaBaliNews – Sebanyak 12 ton Refuse Derived Fuel (RDF) di TPA Peh, Kecamatan Negara, Jembrana perdana dikirim ke Jawa Timur. Bupati Jembrana, I Nengah Tamba optimis persoalan sampah dapat teratasi dalam kurun waktu 4 tahun.

Seperti yang diketahui, TPA Peh Kaliakah ini mendapatkan bantuan mesin pengolahan sampah menjadi RDF dari PT. Wisesa Global Solusindo. Saat ini, mesin pengolahan sampah tersebut telah berhasil menghasilkan seberat 12 ton RDF.

Karena hal itu, Bupati Tamba optimis persoalan sampah di TPA Peh Kaliakah dengan estimasi berkisar 75.000-100.000 ton bisa teratasi dalam waktu 4 tahun.

Kemudian, kerjasama pengolahan sampah ini ditandai pengiriman perdana RDF seberat 12 ton hasil pengolahan di TPA Peh menuju pembeli di Jawa Timur.

”Dengan upaya mengatasi sampah eksisting menjadi RDF ini saya yakin solusi bisa mengatasi tumpukan sampah ini,” ungkapnya saat pelepasan pengiriman RDF perdana di TPA Peh Kaliakah, Selasa (20/8/2024).

Selain itu, dari sisi oprasional usaha awal dibantu oleh Bank BPD Bali melalui Dana CSR sebesar Rp. 300 Juta yang diserahkan langsung oleh Direktur Kredit BPD Bali, Kadek Lestara Widiatmika. Hal tersebut menambahkan keyakinan Bupati Tamba persoalan sampah di Jembrana akan teratasi.

Kemudian, saat ini peralatan dari pihak ketiga sudah cukup memadai, hanya perlu beberapa peralatan tambahan. Bupati Tamba sudah meminta Penjabat Gubernur Bali agar mengalokasikan BKK Provinsi Bali untuk menambah peralatan tahun anggaran perubahan 2024.

”Pj Gubernur sudah setuju,” terangnya.

Lebih lanjut, Bupati Tamba menyebutkan, sudah banyak kabupaten lain yang akan datang untuk melihat RDF ini. Namun sementara belum menerima kabupaten lain yang akan melihat proses pengolahan RDF.

”Ini merupakan pilot projek. Upaya mewujudkan program ini, bukan pekerjaan mudah. Prosesnya selama setahun lebih, hingga akhirnya ada kerjasama dengan pihak ketiga yang bersedia bekerjasama menyediakan peralatan, tanpa harus mengeluarkan anggaran daerah,” ujarnya.

Baca Juga :  Sinyal TV Digital Turyapada Tower, Masyarakat Terbantu Dalam Siaran yang Jernih dan Berkualitas

Bupati Tamba menyampaikan, saat ini masih belum mencapai target permintaan volume RDF. Tetapi nantinya setalah ada penambahan bisa mencapai target volume harian permintaan pihak ketiga yang akan membeli RDF.

“Tujuannya memang untuk membangun negeri. Kita ingin membuktikan bahwa energi terbaru kami bisa dimulai dari Jembrana,” tegasnya.

Direktur Manufacturing SBI Soni Asrul Sani mengatakan , pihaknya sudah memberikan spesifikasi dibutuhkan. Karena itu Ia berharap produk RDF dari TPA ini menghasilkan kadar tertentu yang bisa diterima standar pabrik.

“ Khusus untuk RDF yang dihasilkan hari ini dinilainya sudah memenuhi standar, “ jelasnya.

Selain itu, untuk pemenuhan kualitas, interaksi dengan pihak pihak yang bekerjasama akan terus dilakukan, agar bagaimana RDF ini polanya bisa diterima.

“Kedepan seperti yang bapak bupati bilang 4 tahun cepat atau lambat tapi kalau bisa ya dipercepat teratasinya. Karena kita punya komitmen energi terbarukan dan satu lagi energi terbarukan ini juga merupakan program suistainablity di pabrik kita yang harus kita jalankan. Dalam waktu 2030 jadi ada target alternatif dari penggunaan bahan bakar Batubara,” pungkasnya.

Hadir dalam acara peluncuran perdana RDF itu Direktur Utama PT. Wisesa Global Solusindo Asri Mukhtar , Direktur Manufacturing SBI Soni Asrul Sani serta Direktur Kredit BPD Bali Kadek Lestara Widiatmika. (gsn/mbn)

BERITA MENARIK LAINNYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img
spot_img

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKINI