JEMBRANA, MediaBaliNews — Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Jembrana berdampak pada aktivitas masyarakat, termasuk pengemudi ojek online (ojol) yang mengeluhkan meningkatnya biaya operasional dan menurunnya pendapatan, Selasa (13/10/2026).
Dari pantauan, antrean panjang kendaraan terlihat di sejumlah SPBU di wilayah Kecamatan Jembrana. Salah satunya di SPBU 54 822 13 yang berlokasi di Jalan Jenderal Sudirman.
Salah seorang pengemudi ojol, Adrian, mengaku terpaksa mempertimbangkan membeli Pertamax Turbo yang harganya jauh lebih mahal dibandingkan Pertalite.
“Beli Pertamax Turbo, dari segi harga jauh ya hampir dua kali lipat, 3 liter aja Rp. 60 Ribu. Sedangkan Pertalite Rp. 30 Ribu udah dapet 3 liter. Niatnya mau nyari Pertalite, tapi antrean segitu panjangnya, nyerah saya,” ungkapnya.
Ia berharap pasokan BBM segera kembali normal karena kelangkaan tersebut berdampak langsung terhadap pekerjaannya.
“Pasti, karena kita kerja dijalan ya. Harapannya ya bisa normal kembali ya, itu aja. Biar kelangkaan bisa teratasi. Secara otomatis ini mempengaruhi pendapatan, bisa tekor ini,” terangnya.
Sementara itu, pengelola SPBU 54 822 13, Iskandar Alfan menjelaskan, situasi seperti ini telah berlangsung sekitar selama tiga hingga empat hari terakhir. Stok Pertamax disebut telah habis, sedangkan Pertamax Turbo dan Pertalite masih tersedia dalam jumlah terbatas.
“Untuk Pertamax habis, untuk Pertamax Turbo tinggal lagi 3 ton, untuk Pertalite tinggal lagi 4 ton,” pungkasnya. (gsn/mbn)






















