Monday, December 8, 2025
Monday, December 8, 2025

Bocor Akibat Proyek Senderan, Kolam Renang Delod Berawah Diperbaiki

JEMBRANA, MediaBaliNews – Kolam renang Delod Berawah yang menjadi kebanggaan masyarakat Jembrana ini kini kondisinya memprihatinkan. Berbagai kendala dialami wahana air ini, namun tetap menjadi daya tarik warga untuk rekreasi pada akhir pekan dan hari libur. Masyarakat berharap, satu-satunya kolam renang air laut di Jembrana ini segera direnovasi.

Dari pantauan dilapangan, kondisi kolam renang yang berlokasi di Banjar Dangin Marga, Desa Delod Berawah, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana ini dalam proses pembersihan. Pecahnya pipa saluran untuk menyedot air laut ke dalam kolam akibat proyek senderan, mengakibatkan kolam tersebut tidak dapat melakukan penggantian air, sehingga air menjadi keruh.

Petugas jaga Kolam Tirta Samudra, Nyoman Wiasa,46 saat ditemui, Jumat (30/09/2022) mengatakan, rusaknya pipa saluran air laut tersebut terjadi akibat proyek senderan, namun sudah selesai diperbaiki. “Sempat rusak akibat dilindas alat berat, namun sudah di perbaiki lagi, jadi kita baru bisa lakukan pembersihan kolam ini. Proses pembersihan kolam memang butuh waktu yang tidak sedikit,” ungkapnya.

Kolam renang yang dibangun pada tahun 2004 ini, lanjut Wiasa, memang memiliki cerita yang beragam. “Kalau dari cerita orang tua dulu, asal mula pembuatan kolam ini, tujuannya untuk mencegah masyarakat mandi ke pantai langsung, karena dulu setiao tahunnya ada saja warga yang tenggelam di daerah ini, sehingga setelah kolam renang ini berdiri, diharapkan hal tersebut tidak terulang, dan memang benar, tidak ada lagi kasus orang tenggelam,” paparnya.

Wiasa juga menjelaskan, semejak Pandemi Covid-19, kunjungan kolam tersebut sangat sepi. Kunjungan kolam hanya saat weekend dan hari libur. “Belum seperti biasa, kalau dulu sebelum pamdemi saat hari raya itu capai ratusan orang dari pagi, dan hari biasa 10-15 orang ada saja, namun setelah pandemi, sabtu minggu saja ada pengunjung sekitar 50 orang, hari biasa bahkan kosong, penurunan 50 persen,” jelasnya.

Disinggung mengenai perbaikan kolam, wiasa menjelaskan, belum ada perbaikan yang sifatnya global, hanya dilakukan perbaikan seadanya, artinya hanya dilakukan perawatan harian, seperti pengecatan ulang, penggantian kramik pecah, dan pembersihan rutin. Jika dilakukan penggantian air kolam, prosesnya cukup lama, beberapa proses pemurnian air dilakukan sebelum kolam siap digunakan masyarakat.

Baca Juga :  Dahan Pohon Lapuk Timpa Pikap di Pekutatan, BPBD Jembrana Lakukan Penanganan Cepat

“Kalau prosesnya itu bisa satu minggu baru siap digunakan. Proses pengurasan menghabiskan waktu 3-4 hari, kemudian penyedotan air laut 3 hari jika tidak ada kendala, seperti sekarang sempat rusak jadi menunggu perbaikan dulu. Setelah diisi air laut 2/3 hari didiamkan, lalu dibersihkan dengan klorin, vakum dibuang air dibawahnya, jadi proses itu seminggu baru bisa dipakai untuk mandi, sampai saat ini belum ada keluhan pengunjung terkait penggnaan air laut ini,” ujarnya.

Wiasa menambahakan, kendala dalam proses pembersihan air kolam ini ada pada sumber air laut yang digunakan. “Kendala di sumber air, kalau hujan keruh airnya, jadi tidak bisa narik air laut, jadi menunggu air bersih. Selain itu pipa pas gelombang pasang juga biasanya rusak, jadi terus di ganti. Selain itu, sebelum disender air laut itu seperti sunami, air campur sampah masuk ke dalam kolam, itu juga jadi masalah, namun sekarang semenjak disender jadi aman,” imbuhnya.

Untuk tarif kolam Tirta Samudra jni, ungkap Wiasa, memang ada kenaikan dari sebelumnya, namun kenaikan itu dilakukan jauh sebelum Pandemi Covid-19. “Kami buka seperti biasa, baik itu hari libur maupun hari biasa Pukul 08.00 Wita sampai Pukul 18.00 Wita. Mengenai tarif sekarang, untuk hari libur dewasa Rp. 10 ribu, anak-anak Rp. 7 ribu, hari biasa dewasa Rp. 7 ribu, anak-anak Rp. 5 ribu,” tandasnya.

Sementara salah seorang pengunjung Pantai Delod Berawah, Agas Taman,24 saat ditemui Jumat (30/09/2022) berharap, keberadaan kolam renang tersebut agar segera mendapat perbaikan. “Sehingga masyarakat nyaman untuk menikmati akhir pekan disana. Selain itu, usulan yang katanya akan ada perbaikan untuk tahun 2023 agar benar-benar terjadi,” pungkasnya. (jar/war/mbn)

BERITA MENARIK LAINNYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKINI