JEMBRANA, MediaBaliNews – Selama 4 bulan terakhir, Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Jembrana menangani sebanyak belasan kasus kebakaran yang dominan disebabkan oleh api dupa bekas sembahyang.
Menurut data yang diperoleh, pada bulan Januari 2024 tercatat sebanyak 3 kasus kebakaran. Kemudian, di bulan Februari tercatat sebanyak 6 kasus kebakaran. Sedangkan, pada bulan Maret dan April tercatat masing-masing 2 kasus kebakaran.
Kabid Damkar dan Penyelamatan, I Kadek Rita Budhi Atmaja mengatakan, hingga saat ini pihaknya sudah menerima sebanyak 13 laporan musibah kebakaran.
Ia menjelaskan, selama 4 bulan terakhir ini terdapat banyak hari raya. Sehingga, penyebab kebakaran terjadi kebanyakan disebabkan api dupa bekas sembahyang.
“Yang jelas karena 4 bulan terakhir banyak hari raya. Jadi penyebabnya kebanyakan di sebabkan oleh dupa sebagai sarana upacara, ” ungkapnya saat dikonfirmasi, Rabu (8/5/2024).
Karena hak itu, pihaknya mengingatkan kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam meninggalkan rumah. Pastikan semua yang berpotensi memicu terjadinya kebakaran bisa lebih perhatikan.
“Ya, saya harap masyarakat lebih berhati-hati dalam meninggalkan sarana persembahyangan yang tentunya berpotensi pada kebakaran, ” harapnya.
Beruntung, dalam belasan laporan musibah kebakaran yang terjadi di Kabupaten Jembrana tidak menimbulkan korban jiwa. Namun, pihaknya memperkirakan total kerugian dari belasan musibah kebakaran tersebut mencapai Rp. 491 Juta.
Selain itu, dalam menangani belasan kasus kebakaran tersebut, Pemadam Kebakaran Kabupaten Jembrana menghabiskan sebanyak 43.000 liter air dan 2 buah apar.
“Jumlah musibah kebakaran yang dapat dipadamkan masyarakat sebanyak 3 musibah kebakaran, ” pungkasnya. (gsn/mbn)






















