JEMBRANA, MediaBaliNews – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Jembrana kembali menggelar simulasi pemungutan suara dan penghitungan suara di TPS 06 yang berlokasi di Balai Banjar Tengah, Desa Mendoyo Dauh Tukad, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, Rabu (24/1/2024).
Dari pantauan, terlihat ratusan peserta pemilihan dalam simulasi pemungutan suara mendatangi dan melakukan pencoblosan sesuai dengan langkah-langkah dan arahan yang diberikan oleh petugas.
Saat dikonfirmasi, Ketua KPU Jembrana, I Ketu Adi Sanjaya mengatakan ini yang kedua, sebelumnya telah dilakukan simulasi pemungutan suara di Desa Batuagung pada bulan Desember 2023 lalu.
“Jadi hari ini kita melakukan simulasi yang kedua, kemarin sudah kita lakukan di Desa Batuagung, dan hari ini di Desa Mendoyo Dauh Tukad, ” ungkapnya.
Menurutnya, pada simulasi pertama yang digelar di Desa Batuagung bulan Desember lalu masih banyak yang perlu dilakukan evaluasi. Salah satunya terkait KPPS yang masih belum begitu paham dengan tugasnya.
“Kemudian juga terkait waktu, terkait pemilih yang pemilih-pemilih manula, dan kemudian ada beberapa yang kita catat dalam daftar evitaris masalah, ” terangnya.
Hal baru yang dilaksanakan pada simulasi kali ini, kata Adi, simulasi kali ini dikerjakan dengan sistem sirekap yang digunakan untuk proses penghitungan suara.
“Jadi untuk sistem sirekapnya nanti ditiga pemilihan, ada di DPR, Presiden dan DPD. Jadi kita uji coba hari ini di TPS 06 Desa Mendoyo Dauh Tukad, ” bebernya.
Lebih lanjut, kata Adi, kalau template formulir yang disediakan tersebut semuanya diberikan dari KPU RI. Pihaknya mengaku hanya melakukan pengunduhan dan pencetakannya saja.
“Jumlah suara sesuai dengan template tersebut. Jadi disini ada sebanyak 278 pemilih, dan kita cetak sesuai dengan itu, ” jelasnya.
Selain itu, dalam simulasi yang digelar KPU Jembrana sebelumnya hanya berisikan 2 paslon untuk pemilihan presiden. Namun, pada simulasi kali ini berisikan 4 paslon presiden.
“Kalau kemarin kita dengan 2 paslon untuk presiden, tapi untuk pemilihan yang lain sama. Kemudian, untuk yang disini kita lakukan untuk 4 paslon. Kalau kemarin kita hanya melakukan penghitungan 3 pemilihan saja, hari ini kita 5 pemilihan kita hitung, ” tegasnya.
Disisi lain, Ketua Bawaslu Jembrana, Made Widiastra mengatakan, simulasi pemungutan suara dan penghitungan suara ini dilakukan sebagai bahan pembelajaran dan mengetahui potensi kemungkinan akan terjadi permasalahan di masing-masing TPS.
“Jadi, kita mengapresisasi kawan-kawan, tentu sambil belajar dan mengingat-ngingat dan nanti tentunya akan berguna untuk disampaikan juga ke kawan-kawan BPK, BPS, maupun ke KPPS, ” ujarnya.
Menurutnya, simulasi ini dilakukan untuk dapat lebih ke sebagaimana teknis dalam menggunakan dan memaksimalkan hak pilihannya di dalam pemilu nanti.
“Saya kira semakin banyak melakukan simulasi bagus karena masih banyak juga kawan-kawan yang perlu belajar, ” pungkasnya. (gsn/mbn)






















