Thursday, May 21, 2026
Thursday, May 21, 2026

Sasar Pelajar, Bidang Keswan Gelar KIE Bahaya Rabies

JEMBRANA, MediaBaliNews – Menyasar para pelajar sekolah, Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan-Kesmavet) Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana menggelar Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) tentang bahaya rabies, Kamis (26/1/2023).

Kepala Bidang Keswan-Kesmavet I Wayan Widarsa mengatakan, kegiatan KIE ini merupakan bentuk upaya pencegahan kasus rabies terhadap HPR (hewan penular rabies) dengan memberikan pemahaman kepada anak-anak sekolah tentang bahaya rabies.

“Kita turun satu tim, dari bidang Keswan 3 orang dan dari Dinas Kesehatan (puskesmas) 1 orang. Memberikan pemahaman, informasi dan edukasi secara langsung datang berkomunikasi dengan anak-anak sekolah mengenai bahaya rabies,” kata Widarsa, saat dikonfirmasi lewat sambungan telepon.

Sosialisasi yang dilaksanakan di SMPN 2 Pekutatan ini, diikuti anak-anak perwakilan atau pengurus OSIS sekolah berjumlah 45 pelajar. Mereka, kata dia, diberikan pemahaman apa itu rabies, bahaya rabies, usaha mencegah gigitan HPR, penangangan gigitan, serta vaksinasi HPR. “Itu intinya. Sehingga ini bisa dipahami oleh anak-anak dan bisa disampaikan kepada teman-temannya dan lingkungannya,” ucapnya.

Rabies, kata Widarsa, bukan hanya dinas atau pemerintah saja yang harus menangani. Namun, penanganan bahaya rabies ini menjadi tanggung jawab bersama semua lapisan masyarakat. Sehingga penyebaran dan penularan kasus gigitan rabies bisa ditekan. “Mari, jangan berpangku tangan. Penanganan rabies tanggung jawab kita semuanya,” serunya.

Karena itu, lanjutnya, sosialisasi dalam bentuk KIE ini akan terus digencarkan ke setiap sekolah-sekolah, bahkan semua lini untuk menyadarkan masyarakat akan bahaya ancaman rabies. “Seperti ungkapan, lebih baik mencegah daripada mengobati. Minggu depan kita akan laksanakan di SMPN 1 Pekutatan. Semua lini kita akan sasar sehingga tujuan bisa tercapai,” ungkapnya.

Disinggung terkait jumlah kasus positif rabies di awal tahun 2023 ini, Widarsa menyebutkan, data yang tercatat sampai dengan hari Selasa (24/1/2023) ada 7 kasus gigitan positif rabies. Jumlah tersebut merupakan hasil dari 12 sample yang dikirim ke Balai Vet. Denpasar. “Terakhir kemarin ada kasus gigitan anjing dua orang, guru dan murid belum keluar hasilnya,” pungkasnya. (cak/mbn)

Baca Juga :  Kompor Mayat Meledak di Mendoyo, Dua Pria Alami Luka Bakar
BERITA MENARIK LAINNYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKINI