Friday, October 23, 2026
Friday, October 23, 2026

Pertalite dan Pertamax Kosong di 14 SPBU Jembrana, Warga Terpaksa Beli BBM Lebih Mahal

JEMBRANA, MediaBaliNews — Kekosongan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite dan Pertamax terjadi di 14 SPBU yang ada di Kabupaten Jembrana, Senin (12/10).

Menurut informasi, kondisi ini dilaporkan mulai terjadi sejak Minggu 11 Oktober 2026 sehingga warga kesulitan mendapatkan BBM untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

Sejumlah petugas SPBU menyebutkan, stok Pertalite mulai kosong sejak Minggu sore, sedangkan Pertamax biasa habis pada Minggu malam. Akibatnya, warga yang datang untuk mengisi bahan bakar terpaksa meninggalkan SPBU setelah mengetahui dua jenis BBM tersebut tidak tersedia.

Saat ini, BBM yang masih tersedia di sejumlah SPBU di Jembrana di antaranya Pertamax Turbo dan Solar. Namun, harga Pertamax Turbo yang mendekati Rp. 20 Ribu perliter membuat warga harus mengeluarkan biaya lebih besar dibandingkan saat membeli Pertalite maupun Pertamax biasa.

karyawan SPBU 54 822 16, Made Dwi Sugiatmaja mengatakan, kekosongan stok Pertalite dan Pertamax terjadi sejak Minggu sore hingga malam hari.

“Pertalite itu dari jam 5 sore kemarin, kalau pertamax jam 8 malam kosong,” ungkapnya.

Kekosongan dua jenis BBM tersebut dikeluhkan warga karena berdampak langsung terhadap mobilitas dan aktivitas masyarakat. Warga berharap pasokan Pertalite dan Pertamax segera kembali normal agar masyarakat tidak terus mengalami kesulitan mendapatkan bahan bakar.

Kondisi tersebut juga menyulitkan warga yang sudah terlanjur kehabisan bahan bakar di perjalanan. Bahkan, sejumlah pengendara terpaksa mendorong sepeda motornya untuk mencari tempat yang masih menyediakan BBM.

Salah satunya dialami Yayan, warga asal Bandung yang bekerja sebagai buruh proyek di Jembrana. Ia mengaku harus mendorong sepeda motornya sejauh hampir 5 kilometer untuk mencari BBM.

Namun, upayanya mencari bahan bakar di warung-warung yang menjual BBM eceran di sepanjang jalan tidak membuahkan hasil. Stok BBM di sejumlah tempat yang didatanginya, termasuk SPBU, juga mengalami kekosongan.

Baca Juga :  Tim Kementrian PPPA Serahkan Bantuan kepada Korban Kekerasan

Yayan akhirnya terpaksa membeli Pertamax Turbo meskipun harganya lebih mahal dibandingkan jenis BBM yang biasa digunakan.

“Tadi di warung warung tidak ada eceran, jauh saya dorong dari sebelum stopan sana,” terangnya.

Hal serupa dialami Ni Wayan Kartini, warga yang datang ke SPBU untuk membeli bahan bakar. Karena Pertalite dan Pertamax biasa tidak tersedia, ia memilih membeli Pertamax Turbo meskipun harus mengeluarkan uang lebih banyak.

“Karena tidak ada yang lain persediaannya, pertama biasa tidak ada, pertalite juga, ya terpaksa beli walau harganya mahal,” pungkasnya.(gsn/mbn)

BERITA MENARIK LAINNYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKINI