JEMBRANA, MediaBaliNews – Populasi Burung Curik Bali di kawasan Taman Nasional Bali Barat (TNBB) Kabupaten Jembrana mengalami penurunan. Penurunan jumlah populasi Curik Bali di TNBB tersebut diperkirakan bukan karena mengalami kematian.
Hal tersebut disampaikan oleh Fungsional Pengendali Ekosistem Hutan Ahli Madya TNBB, I Putu Gede Arya Kusdyana. Ia mengatakan, populasi burung curik Bali yang sebelumnya terpantau sebanyak kurang lebih 600 ekor, kini hanya terpantau sebanyak 552 ekor, artinya, ada selisih sebanyak 48 ekor Curik Bali yang berkurang.
“Penurunan jumlah tersebut belum tentu mati, bisa saja teman-teman tidak menemukan dan kemungkinan juga burung tersebut pindah keluar wilayah TNBB,” ungkapnya, Senin (15/1).
Menurutnya, kemarau yang terjadi beberapa bulan lalu sangat ekstrem. Di wilayah TNBB, hanya 3 bulan saja cuaca normal mendapatkan musim hujan, sisanya kekeringan.
“Kita rutin memberi air kepada hewan di wilayah TNBB, kesempatan tersebut dimanfaatkan oleh pemburu untuk memburu hewan yang sedang minum air,” terangnya.
Selain penurunan jumlah burung curik Bali, situasi tersebut juga dimanfaatkan oleh pemburu untuk memburu hewan lainnya seperti rusa maupun hewan lainnya.
Kami akan terus melakukan patroli untuk mencegah perburuan liar di wilayah TNBB,” pungkasnya. (gsn/mbn)






















