JEMBRANA, MediaBaliNews – Sejumlah warga pasar tradisional yang berada di Desa/Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana Bali, Rabu (1/2/2023) merasa senang dan gembira. Pasalnya, kegembiraan pedagang tersebut, setelah mendengar kabar kedatangan Presiden Joko Widodo ke Jembrana, Kamis (2/2/2023) besok akan bertemu langsung dengan warga terutama para pedangan di pasar tersebut.
Dari pantauan, sejumlah pedagang terlihat sumringah, bahkan ada beberapa pedagang diantaranya sering berkata ingin minta bantuan langsung hingga berkeinginan foto bareng Jokowi. Seperti yang diungkapkan salah satu pedagang sayur Joko Santoso (48) asal Desa Melaya. Ia merasa senang, pasar yang sudah belasan tahun untuk berjualan bisa di kunjungi Presiden.
“Iya sangat senang sekali. Kalau mau minta bantuan iya jelas, pasti ke pinginnya minta, wong namanya rakyat. Kalau bisa yang banyak,” ucap Joko, ditemui di lokasi pasar, Rabu (1/2/2023).
Menurutnya, kedatangan Presiden Jokowi ke pasar Melaya menjadi motivasi bagi para warga khususnya para pedagang dan baru kali ini terjadi seorang presiden mau berkunjung di pasar Melaya. “Biasanya lihat di tv. Kepinginnya langsung nyelonong gitu aja, ngomong langsung sama presiden,” ungkapnya.
Hal senada juga diungkapkan Masyah (48) pedagang daging ayam, menuturkan, kalau dirinya sangat kepingin berfoto dengan Jokowi. Bahkan keinginan tersebut sudah sejak lama ia idam-idamkan. “Kepingin foto sama presiden dari dulu. Sampai ngidam, anak saya ngiler sekarang. Karena saya pingin berfoto (presiden). Pokoknya pingin salaman dan kepingin foto,” ungkapnya.
Di sisi lain, seorang pedagang mendoakan Presiden Jokowi agar selamat dan lancar dalam bertugas di wilayah manapun. “Kalau Pak Presiden mau turun ke sini (pasar) saya mau sujud, tahajud pak. Mudah-mudahan bapak sampai ke sini (Jembrana) slamet. Mudah-mudahan bapak (Presiden) sekeluarga diberi kesehatan dan slamet sampai tujuan kembali ke Jakarta,” kata Siti Zahra (46) pedagang lain.
Sementara, Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) Jembrana, I Komang Agus Adinata, mengatakan, pasar yang berdiri sejak tahun 1960 memiliki sebanyak 71 kios dan 184 Los serta pedagang pelataran kurang lebih sekitar 20 pedagang.
“Komoditas yang dijual adalah hasil bumi, sayur mayur, buah buahan, daging, ikan sembako, pakaian dan peralatan rumah tangga,” kata Adinata, saat dikonfirmasi lewat sambungan telepon.
Lebih lanjut, ia menjelaskan, pasar yang berdiri diatas lahan seluas 5.000m2 ini mempunyai pendapatan estimasi omset per tahun yakni sekitar Rp. 470.120.000 dengan pungutan retribusi perhari untuk kios sebesar Rp. 4 ribu, untuk los Rp. 3 ribu dan pedagang pelataran Rp. 2 ribu. “Ini kunjungan Pak Presiden pertama kali ke pasar umum Melaya. Kita sudah siap dikunjungi,” pungkasnya. (cak/mbn)























