JEMBRANA, MediaBaliNews – Sesosok jenazah diduga korban karamnya KMP Tunu Pratama Jaya kembali ditemukan oleh nelayan di perairan Pantai Perancak atau sekitar 5 Nautical Mile (NM) atau sekitar 10 kilometer dari Pantai Pebuahan, Desa Banyubiru, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, Kamis (10/7/2025).
Menurut informasi, jenazah berjenis kelamin laki-laki ini ditemukan dalam keadaan mengambang oleh seorang nelayan bernama Muhamad Fadjri (60).
Kalaks Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jembrana, Putu Agus Artana Putra mengatakan, penemuan sesosok jenazah oleh seorang nelayan tersebut sekitar pukul 03.00 Wita.
Adapun ciri-ciri jenazah tersebut di antaranya mengenakan celana jins biru, baju hem motif kotak-kotak berwarna hitam merah, dan hanya memakai sepatu sebelah kanan. Jenazah sudah dievakuasi ke RSU Negara selanjutnya diberangkatkan menuju Banyuwangi untuk diidentifikasi.
“Satu jenazah lagi ditemukan tadi pagi oleh nelayan. Saat ini sudah dievakuasi dan diberangkatkan ke RSUD Blambangan untuk identifikasi,” tegas Artana.
Dengan penemuan tersebut, total korban yang sudah ditemukan sebanyak 43 orang. Dimana, 30 orang dinyatakan selamat, dan 13 orang lainnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di perairan.
Diberitakan sebelumnya, Dengan masih banyaknya korban dari karamnya KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali yang belum ditemukan, Basarnas Bali perpanjang proses pencarian para korban, Rabu (9/7/2025).
Seperti yang diketahui, hari ini sudah memasuki hari ke-delapan proses pencarian terhadap para korban karamnya KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali. Dimana, saat ini tercatat sebanyak 42 korban telah ditemukan, 30 orang dalam kondisi selamat dan 12 orang lainnya meninggal dunia.
Kepala Kantor Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar (Basarnas Bali), I Nyoman Sidakarya mengatakan, hari ini sudah memasuki hari ke-delapan proses pencarian para korban KMP Tunu Pratama Jaya. Dengan masih banyaknya korban dari karamnya KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali yang belum ditemukan, Basarnas Bali perpanjang proses pencarian para korban, Rabu (9/7/2025). (gsn/mbn)






















