Friday, May 1, 2026
Friday, May 1, 2026

Tiga Kuliner Khas Jembrana Didaftarkan Jadi Warisan Budaya Tak Benda

JEMBRANA, MediaBaliNews – Pemkab Jembrana melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jembrana, akan mengajukan tiga (3) kuliner khas Jembrana yakni Jaje Bendu, Male dan Lawar Kelungah menjadi Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) di tahun 2024 mendatang.

Dari 16 warisan budaya yang terdata di Dinas Parbud Jembrana, enam diantaranya sudah ditetapkan menjadi WBTB, yakni Jegog, Mekepung, Kendang Mebarung, Bungbung Kepyak, Bungbung Gebyok, Tenun Cagcag dan Berko. Kemudian, tiga diantaranya akan diusulkan untuk menjadi WBTB.

Menurut Kepala Bidang Kebudayaan, I Gede Suartana mengungkapkan bahwa untuk tahun 2024 nanti pihaknya akan mengajukan Jaje Bendu, Male dan Lawar Kelungah untuk menjadi WBTB.

Jaje Bendu yang merupakan kuliner khas bali yang cukup sederhana, hanya dibungkus dengan daun pisang. Keberadaannya pun tidak sulit untuk ditemui, dapat dijumpai di beberapa UMKM di Kabupaten Jembrana, dan sering menjadi hidangan pada kegiatan-kegiatan yang diadakan Pemerintah maupun Swasta.

Kemudian, untuk Lawar Kelungah ini merupakan penganan dari campuran daging yang dirames atau potong kecil yang dicampur sayuran dan bumbu genap khas Bali. Namun uniknya, Lawar Kelungah dibuat dengan tulang atau batok dari kelapa muda diolah menjadi makanan enak khas Bali.

Sedangkan, tradisi Male merupakan tradisi merias telur yang sudah direbus matang. Tradisi merias telur ini dilestarikan di kampung Loloan, yakni di Kelurahan Loloan, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana.

“Setiap tahun minimal ada tiga warisan budaya yang kita usulkan untuk menjadi warisan budaya tak benda. Karena prosesnya juga lumayan panjang, ada pengkajian dan naskah akademik, ” ungkapnya saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (2/11).

Karena hal tersebut, untuk ditahun 2024 nanti pihaknya hanya menfokuskan ketiga warisan budaya tersebut. Dari 16 warisan budaya yang belum ditetapkan WBTB yakni, Bungbung Gebyok, Sewagati, Payas Dirga Jembrana, Leko, dan Ambur Salim serta Mekepung Lampit.

Baca Juga :  Kader Gerindra Roadshow Menangkan Prabowo Presiden 2024

Disamping itu, pihaknya mengaku akan membantu ruang pementasan dari warisan budaya yang kian hari meredup. Hal itu merupakan upaya dari Pemerintah Kabupaten Jembrana untuk melestarikan budaya yang ada.

“Seperti warisan budaya yang sudah hampir punah kami didata dan apabila nantinya ditetapkan menjadi warisan budaya tak benda tentunya akan dapat perhatian berupa dana stimulan, ” pungkasnya. (gsn/mbn)

BERITA MENARIK LAINNYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKINI