JEMBRANA, MediaBaliNews – Tim Pengabdian Masyarakat Pemula (PMP) dari Universitas Triatma Mulya Jembrana kembali turun ke kelompok desa wisata (Pokdarwis) di Desa Manistutu, Kecamatan Melaya, Jembrana, Rabu (6/11).
Dalam kegiatan kali ini, tim melaksanakan tindak lanjut hasil kegiatan berupa pelatihan pengelolaan maggot black soldier fly (BSF) dan realisasi digital marketing desa wisata.
Tim yang dipimpin oleh I Gusti Agung Sasih Gayatri SE, MM, dengan anggota Putu Lidia Marini SE, MM, Ak dan Ir Kadek Diana Harmayani ST, MT, PhD, IPM, ASEAN Eng, berharap dapat memajukan wilayah Manistutu melalui agrowisata berkelanjutan. Hal ini diharapkan memberikan dampak positif terhadap peningkatan ekonomi dan sosial masyarakat Desa Manistutu yang berpatokan kepada kearifan lokal.
Website digital yang dirancang oleh tim tersebut dapat membantu Desa Manistutu memperkenalkan wilayah agrowisatanya ke ruang pemasaran yang lebih luas. Selain itu, budidaya dan pengelolaan maggot akan memastikan ketersediaan pupuk organik yang mendukung Desa Manistutu berkarya sebagai wilayah dengan konsep green sustainability.
I Gusti Agung Sasih Gayatri, Selasa (5/11), mengatakan bahwa kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang menyasar Pokdarwis Manistutu ini sejalan dengan rencana pengembangan wilayah Desa Manistutu dalam mengembangkan agrowisatanya.
Pihaknya turut mendukung pengembangan agrowisata sebagai sektor pariwisata berbasis pertanian yang menjadi peluang besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan. “Pengembangan wisata edukasi sekaligus mendukung kelestarian lingkungan,” ujarnya.
Empat pilar penyokong desa wisata tersebut mencakup pemberdayaan masyarakat dan kelompok dalam bidang pertanian, peternakan, UMKM, dan Pokdarwis. Agrowisata Manistutu diharapkan dapat berkembang secara berkelanjutan dengan tetap mengusung konsep lingkungan organik dan sehat. Desa ini diharapkan mampu bersaing dalam industri pariwisata dengan diferensiasi serta karakter daerah yang kental.
Gayatri juga mengucapkan terima kasih kepada Kemendikbud Ristek RI yang menyokong program Pengabdian Masyarakat Pemula ini. Diharapkan kegiatan ini akan berlanjut sehingga mampu sejalan dan mendukung program pemerintah dalam pengembangan pariwisata di wilayah 3 B, yaitu Bali Barat, Buleleng, dan Banyuwangi. (gsn/mbn)






















