Thursday, April 16, 2026
spot_img
Thursday, April 16, 2026

481 Personel Gabungan Disiagakan, Jembrana Bersiap Hadapi Potensi Bencana Hidrometeorologi

JEMBRANA, MediaBaliNews – Jelang puncak musim hujan diakhir tahun 2025, sebanyak 481 personel gabungan dari berbagai instansi diterjunkan dalam apel siaga bencana yang digelar di halaman belakang GOR Krisna Jvara, Kelurahan Dauhwaru, Jembrana, Rabu (5/11/2025).

Apel yang dipimpin oleh Kapolres Jembrana, AKBP Kadek Citra Dewi Suparwati ini melibatkan TNI/Polri, BPBD Jembrana, serta sejumlah instansi terkait lainnya untuk memastikan kesiapan seluruh personel dan peralatan.

“Khusus di Kabupaten Jembrana, personil yang disiagakan sebanyak 481 orang. Beberapa peralatan juga sudah digelarkan dan dilakukan pemeriksaan, baik kendaraan maupun peralatan SAR darat dan laut,” ungkapnya.

Selain personel, logistik pendukung juga disiapkan, termasuk mobil dapur lapangan dengan total kapasitas 2.800 porsi, yang didukung oleh Polres Jembrana, Brimob Batalyon Gilimanuk, dan Dinas Sosial.

Namun demikian, Kapolres mengakui masih ada keterbatasan dalam peralatan vital seperti perahu karet.

“Kita masih kekurangan perahu karet, karena banjirnya terjadi hampir di seluruh titik di wilayah Jembrana,” bebernya.

Kekurangan itu, lanjutnya, akan diatasi melalui koordinasi lintas instansi agar penanganan darurat tetap maksimal.

Sementara itu, Wakil Bupati Jembrana, IGN Patriana Krisna menekankan pentingnya mitigasi dan sosialisasi dini kepada masyarakat untuk mengurangi risiko korban jiwa.

“Peringatan dini ini akan terus kita kembangkan lagi, sehingga bisa meminimalisir korban bencana,” ujarnya.

Sedangkan, Kepala Pelaksana BPBD Jembrana, I Putu Agus Artana Putra menyoroti kondisi sungai di beberapa titik yang mengalami sedimentasi dan berpotensi memicu banjir bandang.

Lebih lanjut, Agus Artana juga mengingatkan, pola cuaca di Jembrana belakangan ini tergolong tidak menentu, dengan curah hujan tinggi di wilayah pegunungan meski cuaca tampak cerah di perkotaan. Kondisi ini, katanya, bisa memicu banjir bandang secara mendadak jika tidak diantisipasi sejak dini.

Baca Juga :  Jembrana Bersholawat, Ribuan Umat Muslim Padati Twin Tower Jembrana

“Beberapa aliran sungai sudah kita lakukan pengerukan termasuk di sungai Desa Kaliakah. Karena ini wenang BWS (Balai Wilayah Sungai) yang punya tentu kita memohon kepada BWS. Di daerah Badung sudah dikerjakan, Klungkung sudah setelah itu baru kita,” pungkasnya. (gsn/mbn)

BERITA MENARIK LAINNYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img
spot_img

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKINI