Monday, May 25, 2026
Monday, May 25, 2026

Jelang Hari Raya Galungan dan Kuningan, Sejumlah Harga Sarana Upacara Alami Kenaikan

JEMBRANA, MediaBaliNews – Menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan, harga sejumlah sarana upacara di Kabupaten Jembrana alami peningkatan.

Dari pantuan, sejumlah harga sarana upacara di Pasar Jembrana, Kecamatan Jembrana alami peningkatan. Seperti halnya kelapa yang biasanya dibeli oleh masyarakat hanya seharga Rp. 8 Ribu kini mencapai belasan ribu.

Seperti I Gusti Ayu Komang Tamanari (69) yang merupakan salah seorang pedagang sarana upacara umat hindu di Pasar Jembrana mengatakan, saat ini dirinya menjual kelapa kering seharga Rp. 12 Ribu dan kelapa basah Rp. 10 Ribu perbiji.

“Kemarin saya masih menjual daksina Rp. 28 Ribu, hari ini saya jual Rp. 30 Ribu karena harga kelapa naik, ” ungkapnya, Jumat (11/4).

Menurutnya, kenaikan harga kelapa ini terjadi lantaran libur lebaran kemarin. Dimana, kelapa yang biasa dijual ini dominan didistribusi dari jawa dan sekitarnya.

Selain kelapa, harga janur saat ini juga mengalami kenaikan. Dimana, para pedagang yang biasanya menjual janur seharga Rp. 6 Ribu kini dijual dengan harga Rp. 8 Ribu untuk satu ikatnya.

“Kalau terus seperti ini sampai galungan nanti, kemungkinan harga daksina sampai diharga Rp. 35 Ribu, ” terangnya.

Kemudian, harga sampian penjor yang terbuat dari nibung juga mulai mengalami peningkatan. Dimana, saat ini untuk sampian penjor yang ukuran kecil dijual seharga Rp. 35 Ribu dan yang besar seharga Rp. 45 Ribu. Sedangkan sebelumnya hanya seharga Rp. 25 Ribu untuk yang ukuran kecil.

Bahkan, harga pisang untuk sarana upacara mengalami peningkatan harga sebesar dua kali lipat. Dimana, kata Komang Tamanari, biasanya pisang jenis marlin dijual seharga Rp. 500 Rupiah perbiji kini dijual sehargaa Rp. 1.000 Rupiah.

Baca Juga :  Arus Balik H+1 Mulai Menggeliat, 38 Ribu Lebih Pemudik Menyeberang ke Bali via Ketapang–Gilimanuk

“Kalau bunga harganya turun. Kalau untuk kelapa, iya mudah-mudahan harganya turun, kasian juga pembelinya, ” harapnya.

Sementara, salah seorang pengepul kelapa di Desa Batu Agung, Ida Bagus Putu Mantra mengatakan, saat ini dirinya menyerahkan kelapa kepada pedagang seharga Rp. 10 Ribu perbiji.

“Saat ini sudah tidak ada stok kelapa. Kalau kelapa saya dikirim dari Sumatra. Saat ini semuanya lagi kesulitan mencari kelapa. Makanya harga naik derastis, ” bebernya.

Kemudian, ia menjelaskan bahwa pasokan kelapa yang biasanya dirinya terima dari Sumatra ini mulai seret sejak sebulan terakhir. Dimana, kiriman kelapa yang datang biasanya tiga sampai empat truk perhari, dengan masing-masing truk biasanya memuat sebanyak 15.000 kelapa.

“Terakhir datang dua hari yang lalu hanya satu truk, bahkan hanya berisikan sebanyak 9.000 kelapa, ” ujarnya.

Menurutnya, kelangkaan kelapa di Kabupaten Jembrana bahkan di Bali ini lantaran ekspor ke negara China, Thailand, dan Dubai dibuka sehingga menyebakan kelangkaan.

“Saat ini banyak yang menhubungi saya selain pelanggan saya, tapi saya tidak sanggup, ” pungkasnya. (gsn/mbn)

BERITA MENARIK LAINNYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKINI