Wednesday, April 29, 2026
Wednesday, April 29, 2026

Hadiri Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak, Kapolres Jembrana Sebut Pelaku Tidak Selalu Laki-Laki

JEMBRANA, MediaBaliNews – Angka kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak masih tinggi di Kabupaten Jembrana, Kapolres Jembrana sebut pelaku kekerasan bukan hanya laki-laki.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kapolres Jembrana, AKBP Kadek Citra Dewi Suparwati saat menghadiri acara Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak serta Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang berlangsung di Aula Jimbarwana, Kantor Bupati Jembrana, Selasa (29/4/2025).

Dimana, tercatat pada periode tahun 2024 terdapat 30 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang terdiri dari kasus KDRT, Kekerasan Seksual, Kekerasan Fisik, Kriminal dan Penelantaran anak.

Sedangkan, pada tahun 2025 ini sejak bulan Januari hingga April ini sudah terdapat hampir setengah dari total kasus di tahun 2024, yakni sebanyak 14 kasus. Dimana, kasus ini paling banyak didapati di Kecamatan Negara.

Lebih lanjut, kata Kapolres AKBP Citra, kekerasan dalam rumah tangga bukan hanya dilakukan oleh laki-laki, namun juga bisa dilakukan oleh perempuan. Ia memaparkan berbagai bentuk kekerasan serta anatomi kasus yang terjadi di wilayah Jembrana.

“Yang menjadi korban bisa siapa saja, tidak hanya perempuan dan anak, tapi juga lansia, kelompok minoritas, hingga penyandang disabilitas. Kekerasan bisa terjadi di rumah, sekolah, tempat kerja, bahkan kendaraan umum,” ungkapnya.

Dalam kegiatan ini juga dilaksanakan sesi diskusi, dimana beberapa permasalahan masih menjadi kendala, seperti viralnya kasus kekerasan di media sosial dan konsekuensinya. Selain itu, terdapat juga kekhawatiran terkait penanganan kasus KDRT yang telah lama terjadi namun tidak memiliki bukti visum.

Sementara, Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan dalam kesempataannya juga berharap angka kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak ini dapat ditekan.

Karena hal itu, pihaknya menyampaikan pentingnya peran orang tua agar dapat membentuk keluarga yang harmonis.

Baca Juga :  Pertama di Bali, 2 SPPG di Jembrana Kantongi Sertifikat Halal

“Keberhasilan sebuah bangsa berawal dari keluarga, dan peran ibu di dalamnya sangat vital. Maka penting bagi kita semua untuk memahami dan mencegah tindak kekerasan dalam rumah tangga, ” pungkasnya. (gsn/mbn)

BERITA MENARIK LAINNYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKINI