JEMBRANA, MediaBaliNews – Menyusul kematian sejumlah ternak warga yang diduga terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Desa Yehembang, Kecamatan Mendoyo. Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana memastikan akan segera melakukan vaksinasi pekan depan.
Hal tersebut disampaikan Kabid Keswan-Kesmavet, Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana, I Gusti Ngurah Putu Sugiarta. Ia mengakatan, vaksinasi terhadap ternak warga akan dilakukan sesuai dengan prosedur.
“Vaksinasi di Yehembang kami jadwalkan minggu depan, karena sesuai prosedur, vaksinasi di wilayah terduga kasus baru bisa dilakukan dua minggu setelah kasus terakhir ditemukan,” ungkapnya, Rabu (6/8/2025).
Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya mencegah meluasnya penyebaran PMK di wilayah Jembrana. Selain Yehembang, vaksinasi juga akan dilaksanakan secara bertahap di seluruh desa, dengan prioritas awal pada daerah yang belum ditemukan gejala klinis PMK.
“Saat ini, vaksinasi sedang berjalan di wilayah Negara dan Melaya yang masih tergolong aman. Kami menyisir desa-desa yang belum terdampak terlebih dahulu,” jelasnya.
Dengan hal tersebut, pihaknya juga terus mengimbau kepada masyarakat, khususnya para peternak, agar segera melapor jika mendapati gejala PMK pada ternak seperti sariawan di mulut, air liur berlebihan, pincang, atau tidak nafsu makan.
Dengan upaya vaksinasi terjadwal dan pengawasan ketat, diharapkan kasus PMK di Jembrana bisa dikendalikan dan tidak menyebar lebih luas, khususnya di wilayah peternakan padat seperti Yehembang.
“Kerja sama dari masyarakat sangat penting. Jangan menunggu parah dulu baru melapor. Penanganan dini akan jauh lebih efektif,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, setelah terdapat sejumlah hewan ternak milik warga di Desa Yehembang, Kecamatan Mendoyo, Jembrana yang mati karena sakit, petugas Medikvet Kecamatan Mendoyo akhirnya melaksanakan pelayanan kesehatan hewan ternak.
Dengan adanya kasus hewan ternak milik warga di Desa Yehembang yang mati, yakni dua ekor sapi dan seekor kerbau dengan gejala penurunan nafsu makan dan terdapat luka pada hidung tersebut mengindikasikan atau dicurigai (suspek) penyakit mulut dan kuku (PMK).
Karena hal tersebut, pada 22 Juli 2025 kemarin, Tim Medikvet Kecamatan Mendoyo memustuskan untuk melakukan pelayanan kesehatan terhadap hewan ternak yang sakit dengan memberikan vitamin ke seluruh ternak yang ada di sekitarnya. Kemudian melakukan spraying desinfektan serta memberikan obat pengusir lalat. (gsn/mbn)






















