Sunday, April 19, 2026
spot_img
Sunday, April 19, 2026

Dibalut Utang Lima Juta Rupiah, Pria di Tabanan Diduga Bacok Tetangga

TABANAN, MediaBaliNews – Seorang pria di Desa Beraban, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, menjadi korban penganiayaan brutal, diduga dilakukan tetangganya sendiri pada Senin, 29 September 2025. Peristiwa itu terjadi setelah korban, I Made Budi Artha, memberikan pinjaman uang sebesar Rp 5 juta kepada terduga pelaku. Polisi kini memburu pelaku berinisial Made Sunardiana yang langsung melarikan diri usai melancarkan aksinya.

“Korban mengalami empat luka robek terpisah di bagian belakang kepala akibat pukulan keras. Korban kini mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit,” ujar Kompol I Nyoman Sukadana.

Kapolsek Kediri, Kompol I Nyoman Sukadana, menjelaskan kronologi kejadian bermula ketika pelaku, yang dikenal korban dengan panggilan Sunardiana alias Pak Buleleng, mendatangi rumah korban. Pelaku datang untuk meminjam uang tunai, dan korban menyanggupi dengan syarat menyerahkan sepeda motor sebagai jaminan pinjaman tersebut. Korban kemudian pergi menuju sepeda motor pelaku untuk memeriksa kondisi fisik kendaraan sebelum kesepakatan pinjaman rampung.

“Korban berniat mengecek sepeda motor yang dijadikan jaminan utang tersebut. Pelaku kemudian melancarkan serangan kejinya dari arah belakang,” jelas Sukadana.

Saat korban berjalan mendekati sepeda motor, pelaku diduga langsung memukul korban menggunakan pisau kapak terbalik, mengenai kepala bagian belakang korban. Pelaku melancarkan pukulan sebanyak tiga kali atau lebih secara bertubi-tubi tanpa belas kasihan. Serangan tiba-tiba ini membuat korban langsung tersungkur di lokasi kejadian.

“Korban langsung terjatuh setelah menerima setidaknya tiga kali pukulan menggunakan punggung kapak. Pelaku kemudian cepat-cepat meninggalkan lokasi,” ungkapnya.

Korban yang terluka parah dan bersimbah darah berhasil bangkit meskipun sempat terjatuh akibat rasa pusing hebat. I Made Budi Artha kemudian berusaha keluar rumah menuju jalanan untuk mencari pertolongan dari warga sekitar. Saksi-saksi segera menemukan korban dalam kondisi mengenaskan sebelum melarikannya ke Rumah Sakit Umum Singasana untuk mendapatkan penanganan medis.

Baca Juga :  Atasi Kendala Parkir, RSUD Tabanan Siapkan Lahan di Bekas Kantor Dinas Pariwisata dan Basemen

“Warga sekitar langsung berkerumun melihat korban keluar dengan kepala berdarah dan segera memberikan pertolongan pertama. Dua orang saksi langsung membawa korban ke rumah sakit,” jelas seorang saksi, I Nyoman Wiarsa.

Luh Gede Mastini, kakak kandung korban, menyusul ke rumah sakit setelah mendapatkan kabar dari tetangga tentang insiden kekerasan itu. Setelah bertemu korban, Mastini mengonfirmasi identitas pelaku penganiayaan dari keterangan adiknya. Korban kini menderita empat luka robek serius di kepalanya.

“Korban menyebut nama Sunardiana alias Pak Buleleng sebagai orang yang melakukan penganiayaan brutal. Korban mengalami empat luka, tiga sepanjang lima centimeter di belakang kepala, dan satu luka empat centimeter di atas kepala,” ujarnya.

Polsek Kediri langsung merespons laporan penganiayaan tersebut dengan serangkaian tindakan cepat dan terukur. Tim penyidik telah mendatangi lokasi kejadian di Banjar Sinjuana dan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Petugas juga segera menginterogasi para saksi di lokasi dan memeriksa kondisi korban di rumah sakit untuk mengumpulkan keterangan lebih lanjut.

“Kami sudah mendatangi TKP dan mengumpulkan barang bukti pendukung kasus tersebut. Kami segera membentuk tim khusus untuk memburu pelaku yang melarikan diri,” jelas Kompol Sukadana.

Penyidik kini secara intensif memburu keberadaan Made Sunardiana yang kabur usai melancarkan aksinya. Motif pasti di balik penganiayaan itu masih didalami, meskipun kasus ini jelas terkait dengan urusan pinjam meminjam uang. Polisi mendesak masyarakat yang memiliki informasi tentang keberadaan pelaku segera melapor kepada petugas terdekat.

“Tim kami kini tengah melakukan pelacakan secara menyeluruh di wilayah Tabanan dan sekitarnya. Kami akan segera menangkap pelaku secepat mungkin,” tegasnya. (ang/mbn)

BERITA MENARIK LAINNYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img
spot_img

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKINI