TABANAN, MediaBaliNews – Kecelakaan maut yang merenggut nyawa kembali terjadi di lintasan curam wilayah hukum Polsek Selemadeg Barat pada Rabu siang. Sebuah truk Isuzu berwarna putih mengalami kegagalan fungsi pengereman saat melintasi turunan tajam di jalur Suraberata menuju Belatungan.
Insiden berdarah ini melibatkan satu unit sepeda motor Honda Vario yang sedang melaju dari arah berlawanan di tanjakan Rendi.
“Kami segera menuju lokasi kejadian setelah menerima laporan warga untuk mengevakuasi para korban dan mengamankan arus lalu lintas,” ujar Kasi Humas Polres Tabanan, AKP I Gusti Made Berata.
Truk bernomor polisi W 8523 EC tersebut meluncur tak terkendali dari arah utara menuju selatan dengan kecepatan cukup tinggi. Sopir truk yang panik karena rem tidak berfungsi kemudian membanting kemudi ke arah kanan jalan secara tiba-tiba. Manuver berbahaya tersebut membuat bagian depan truk langsung menghantam pengendara motor Vario yang datang dari arah bawah.
“Personel kepolisian di lapangan menemukan satu korban anak kecil sudah dalam keadaan meninggal dunia akibat benturan yang sangat keras,” kata Berata.
Korban meninggal dunia merupakan seorang pelajar berusia sepuluh tahun bernama Kadek Wahyu Dipa Pramana asal Desa Munduk Temu. Bocah malang tersebut mengalami luka terbuka yang sangat parah pada bagian kepala setelah terjatuh dari atas motor. Sementara itu, ayahnya yang mengendarai motor hanya mengalami luka lecet dan memar pada bagian bahu sebelah kiri.
“Tim medis langsung membawa jenazah korban menuju puskesmas terdekat sembari memberikan perawatan intensif kepada pengendara motor yang mengalami trauma,” tuturnya.
Kondisi truk Isuzu berakhir mengenaskan setelah menabrak tebing tanah yang berada di sisi kanan jalan untuk menghentikan laju kendaraan. Sopir truk bernama Hanifa Prastiko terjepit di dalam ruang kemudi dan mengalami luka robek pada bagian kaki serta perut. Kernet truk yang duduk di sebelah kiri juga menderita luka serius pada bagian lengan kanan akibat pecahan kaca.
“Sopir dan kernet truk saat ini masih menjalani perawatan medis di Puskesmas Selemadeg Barat karena menderita luka robek yang cukup lebar,” ucapnya.
Aparat kepolisian dari Satuan Lalu Lintas Polres Tabanan kini tengah melakukan olah tempat kejadian perkara untuk mendalami penyebab pasti. Dugaan awal menunjukkan adanya kelalaian dalam perawatan sistem pengereman kendaraan berat yang melintasi jalur pegunungan yang sangat ekstrem. Masyarakat diminta untuk lebih waspada dan rutin melakukan pengecekan kelaikan kendaraan sebelum melintasi jalur tanjakan Rendi yang curam.
“Penyidik unit laka lantas akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap kondisi fisik truk guna memastikan penyebab utama kegagalan fungsi pengereman,” kata Berata.(ang/mbn)






















