JEMBRANA, MediaBaliNews – Dalam upaya memperkuat komitmen terhadap lingkungan pemasyarakatan yang bebas dari penyalahgunaan narkoba, Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Negara, Kabupaten Jembrana melaksanakan tes urine kepada pegawai dan warga binaan pemasyarakatan (WBP), Kamis (9/10/2025).
Kegiatan yang berlangsung di Klinik Pratama Rutan Negara ini menggandeng Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Buleleng, Polres Jembrana, dan Kodim 1617 Jembrana.
Tes urine dilakukan dengan pengawasan ketat dan menerapkan prinsip transparansi, mulai dari pengambilan hingga pengujian sampel. Dimana, sebanyak 10 orang pegawai dan 20 warga binaan dipilih secara acak untuk menjalani pemeriksaan.
Kepala Rutan Kelas IIB Negara, I Gusti Agus Putra Mahendra mengatakan, kegiatan tes urine ini merupakan langkah nyata dalam menjaga integritas lingkungan Rutan dari potensi penyalahgunaan narkotika.
“Tes urine ini kami lakukan secara acak untuk memastikan seluruh jajaran, baik pegawai maupun warga binaan, bebas dari narkoba. Ini langkah preventif dan bentuk komitmen kami dalam mewujudkan Rutan Bersinar (Bersih dari Narkoba),” ungkapnya.
Menurut Mahendra, pelaksanaan tes urine bukan sekadar formalitas, melainkan sarana pengawasan internal yang berkesinambungan agar tidak ada celah penyalahgunaan narkoba di dalam lingkungan pemasyarakatan.
Kemudian, Ketua Tim P2M BNNK Buleleng, Luh Made Deprianti menyampaikan apresiasi atas langkah proaktif Rutan Negara yang secara rutin melakukan tes urine.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Tes urine mendadak seperti ini efektif untuk menjaga disiplin dan kesadaran baik bagi pegawai maupun warga binaan agar menjauhi narkoba,” terangnya.
Dari hasil pemeriksaan, seluruh sampel dinyatakan negatif narkoba, menandakan bahwa lingkungan Rutan Kelas IIB Negara tetap bersih dan aman dari zat terlarang. Pelaksanaan tes urine diharapkan menjadi langkah berkelanjutan dalam menjaga Rutan Negara sebagai zona bebas narkoba.
Sementara, salah satu petugas Rutan yang turut ikut dalam tes urine yakni Ahmad Zufar. Ia menyatakan dukungannya terhadap kegiatan tersebut.
“Kami tidak merasa terbebani. Justru tes urine ini menjadi bukti transparansi dan integritas kami sebagai petugas pemasyarakatan,” ujarnya.
Hal serupa diungkapkan warga binaan, Imam Mahrus yang turut menjalani tes urine. Ia juga mengungkapkan bahwa kegiatan pemeriksaan ini bukti kepedulian Rutan Negara terhadap warga binaan.
“Kegiatan ini membuat kami sadar untuk menjauhi narkoba. Pemeriksaan seperti ini menunjukkan perhatian Rutan agar kami benar-benar bisa berubah menjadi lebih baik,” pungkasnya. (gsn/mbn)


























