Saturday, April 18, 2026
spot_img
Saturday, April 18, 2026

Dosen Undiksha Ciptakan Pupuk dan Pestisida Alami L2Nano, Angkat Potensi Lokal Tingkatkan Hasil Panen Petani Jagaraga hingga 25 Persen

SINGARAJA, MediaBaliNews – Dunia pertanian kembali mendapat angin segar dari kampus Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha). Sekelompok dosen lintas bidang berhasil menciptakan pupuk dan pestisida berbahan alami yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga memanfaatkan potensi lokal Desa Jagaraga, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng.

Inovasi ini merupakan bagian dari program Desa Binaan Undiksha yang melibatkan para akademisi dari berbagai disiplin ilmu, di antaranya Prof. Dr. rer.nat. I Wayan Karyasa, M.Sc., Prof. I Wayan Mudianta, S.Pd., M.Phil., Ph.D., Dr. rer.nat. I Gusti Ngurah Agung Suryaputra, S.T., M.Sc., I Gede Putu Banu Astawa, S.T., M.Ak., dan Qonita Awliya Hanif, M.Si.

Dari kolaborasi tersebut lahir pupuk organik L2Nano, hasil riset berbasis arang sekam yang diolah dengan teknologi nano. Pupuk ini diklaim mampu memperkuat batang tanaman, terutama padi, agar tidak mudah rebah saat musim hujan. Selain itu, L2Nano juga membantu petani mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia yang sering menyebabkan biaya tinggi dan penurunan kesuburan tanah.

“L2Nano ini bekerja dengan sistem slow release, jadi nutrisi dilepaskan perlahan dan diserap maksimal oleh tanaman. Pemupukan jadi lebih efisien dan lahan tetap terjaga kesuburannya,” jelas ketua tim inovator, Prof. I Wayan Karyasa, Selasa (14/10).

Tak berhenti di situ, tim Undiksha juga mengembangkan pestisida nabati berbahan gulma, tanaman liar yang selama ini dianggap musuh petani. Melalui pendekatan inovatif, gulma diolah menjadi pestisida alami yang dikombinasikan dengan biostimulan, sehingga tidak hanya membasmi hama tetapi juga memperkuat daya tahan tanaman.

“Kami ingin mengubah masalah jadi solusi. Gulma yang selama ini dianggap pengganggu, sekarang justru jadi pelindung tanaman,” tambahnya.

Produk inovatif ini telah diuji langsung di lahan petani Desa Jagaraga. Hasilnya menggembirakan panen meningkat hingga 25 persen.

Baca Juga :  Buka Pendaftaran Mahasiswa Baru 2025-2026, STAHN Mpu Kuturan Singaraja Sediakan Ratusan Beasiswa

“Pertumbuhannya bagus, buahnya lebih banyak, dan biaya produksi menurun karena tidak perlu beli pupuk kimia lagi,” ujar salah satu petani, Putu Widianya.

Menanggapi keberhasilan tersebut, Perbekel Jagaraga Nyoman Parta menyatakan dukungannya dan berencana memperluas uji coba produk ini melalui program ekonomi desa yang dikelola oleh BUMDes.

“Bahan bakunya melimpah di desa ini. Kalau dikembangkan dengan baik, bisa jadi sumber pendapatan baru bagi masyarakat,” katanya optimistis.

Sementara itu, Kepala LPPM Undiksha, Prof. Dr. I Gusti Agung Lanang Parwata, M.Kes., menyebut program ini sebagai contoh nyata implementasi konsep ‘Kampus Berdampak’.

“Undiksha hadir bukan hanya untuk belajar di ruang kelas, tetapi juga memberi solusi nyata di lapangan. Ini wujud Diktisaintek Berdampak riset yang menyentuh langsung persoalan petani,” tegasnya.

Dengan menggabungkan keilmuan, kearifan lokal, dan teknologi modern, inovasi L2Nano dan pestisida nabati Undiksha menjadi simbol harapan baru bagi pertanian desa yang lebih mandiri, efisien, dan berkelanjutan. (ika/mbn)

BERITA MENARIK LAINNYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img
spot_img

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKINI