Monday, May 11, 2026
Monday, May 11, 2026

Jembrana Serius Gaet Investor, Luncurkan Pusat Layanan Investasi Terpadu JISC di MPP

JEMBRANA, MediaBaliNews – Tunjukan keseriusan, Pemerintah Kabupaten Jembrana membuka layanan prioritas terpadu Jembrana Investment Service Centre (JISC) yang bertujuan mempercepat proses perizinan dan mempermudah akses bagi para investor di Mall Pelayanan Publik (MPP) Kecamatan Negara, Kamis (23/10/2025).

Peresmian JISC dilakukan oleh Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan, didampingi Ketua DPRD Jembrana, Ni Made Sri Sutharmi dan Kadis Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Made Gede Budiartha.

Dalam sambutannya, Bupati Kembang menegaskan bahwa kehadiran JISC merupakan langkah strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dengan menciptakan sistem layanan investasi yang cepat, transparan, dan terintegrasi.

“Selama ini mereka mengalami kesulitan mulai dari mencari informasi, proses perizinan, pelaporan, hingga persoalan tata ruang. Dengan adanya JISC, semua bisa diselesaikan di satu tempat,” ungkap Bupati Kembang.

Ia berharap, kehadiran JISC dapat menjadi magnet baru bagi para investor untuk datang dan menanamkan modal di Jembrana. Dengan meningkatnya investasi, diharapkan pula akan tercipta lapangan kerja baru yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.

“Harapannya akan banyak sekali Investor yang ada di Jembrana. Kita permudah pelayanannya dan memastikan pelayanannya baik. Komitmen kita terhadap ini, sehingga mereka akan berinvestasi di kabupaten Jembrana, dengan begitu berarti pekonomian akan bergerak,” harapnya.

Dengan adanya JISC, Pemkab Jembrana berharap dapat menciptakan layanan investasi yang cepat, terukur, dan akuntabel, sekaligus memperkuat komitmen daerah dalam membangun iklim usaha yang sehat dan kompetitif.

Sementara itu, Kadis DPMPTSP Made Gede Budiartha menjelaskan, pembentukan JISC dilatarbelakangi oleh masih rendahnya realisasi investasi di Jembrana, yang salah satunya disebabkan oleh proses perizinan yang dinilai lambat dan tidak terintegrasi.

“Setelah kami dalami proses perijinannya, yang menjadi perhatian utama adalah pengurusan persetujuan bangunan gedung (PBG). Ada satu persyaratan dokumen teknis yang harus disiapkan oleh pemohon yaitu adalah gambar yang dibuat oleh arsitek yang bersertifikat. Inilah yg menjadi kendala sehingga terkesan proses perijinan itu lama padahal kalau sudah lengkap, maksimal dua hari sudah bisa keluar,” bebernya.

Baca Juga :  Roxx Kids Band Siap Meriahkan Peresmian Sirkuit All In One

Selain kendala teknis, menurut Budiartha, faktor lain yang menghambat investasi adalah kurangnya koordinasi antar-OPD dan instansi terkait, sehingga investor harus berpindah-pindah tempat untuk mengurus izin. Kurangnya promosi potensi daerah juga menjadi tantangan tersendiri.

“Kalau hambatan ini tidak kita selesaikan, maka pembangunan Jembrana akan terhambat, PAD tidak berkembang, dan angka pengangguran bisa meningkat,” tegasnya.

Melalui JISC, pemerintah daerah kini menyediakan layanan investasi yang komprehensif dan terintegrasi. Mulai dari informasi potensi investasi, regulasi dan SOP perizinan, fasilitasi pengurusan izin melalui OSS, hingga pendampingan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM).

Selain itu, JISC juga akan melakukan monitoring dan pengendalian investasi untuk memastikan proyek-proyek berjalan sesuai rencana dan izin yang diterbitkan.

“Investor tinggal datang membawa data, nanti tim kami bantu proses input dan pendampingannya,” pungkasnya. (gsn/mbn)

BERITA MENARIK LAINNYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKINI