Wednesday, April 22, 2026
Wednesday, April 22, 2026

Lansia di Mengwi Hilang Misterius, Tim SAR Sisir Sungai Luk-luk Gunakan Drone Thermal

MANGUPURA, MediaBaliNews – Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar meluncurkan operasi pencarian besar-besaran terhadap seorang lansia yang hilang secara misterius di wilayah Kecamatan Mengwi.

Korban bernama Ni Ketut Menuh (72) belum kembali ke rumah sejak Minggu malam hingga membuat pihak keluarga merasa sangat khawatir. Petugas penyelamat langsung menyisir area pemukiman dan aliran sungai setelah menerima laporan resmi dari otoritas desa setempat pagi tadi.

“Kami terima laporan kejadian pagi ini pada pukul 09.00 Wita dari Kepala Lingkungan Uma Anyar terkait hilangnya warga bernama Ni Ketut Menuh,” ujar Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor SAR Denpasar, I Wayan Juni Antara, Jumat, 9 Januari 2026.

Pihak keluarga mengaku terakhir kali melihat korban pada hari Minggu sebelum akhirnya menghilang tanpa jejak saat tengah malam tiba. Upaya pencarian mandiri oleh warga sekitar selama beberapa hari terakhir tidak membuahkan hasil signifikan sehingga laporan tersebut masuk ke Basarnas. Dugaan sementara menyebutkan bahwa korban kemungkinan terjatuh ke dalam aliran sungai yang berada tidak jauh dari tempat tinggalnya.

“Dugaan sementara Ni Ketut Menuh hilang di sekitar lingkungan Desa Luk-Luk Anggungan Kecamatan Mengwi Kabupaten Badung,” kata I Wayan Juni Antara menjelaskan titik awal lokasi pencarian petugas.

Satu unit tim penyelamat berkekuatan enam personel terlatih segera meluncur menuju lokasi kejadian dengan membawa peralatan pendukung operasi yang lengkap. Tim rescue membawa perahu karet untuk menyisir sungai serta drone thermal guna mendeteksi keberadaan panas tubuh manusia dari ketinggian. Petugas juga menyiapkan peralatan medis darurat untuk memberikan penanganan pertama jika mereka berhasil menemukan korban dalam kondisi masih hidup.

“Tim rescue kami lengkapi dengan peralatan SAR air dan drone thermal untuk memaksimalkan proses pencarian di sepanjang aliran sungai,” tuturnya merinci alat utama sistem yang digunakan tim lapangan.

Baca Juga :  KKI Bali Targetkan Juara Umum Seleknas Karate di Bekasi

Pencarian hari pertama ini berfokus pada radius beberapa kilometer dari rumah korban serta titik-titik rawan di sepanjang bantaran sungai. Arus air yang cukup deras menjadi tantangan tersendiri bagi para personel yang melakukan penyisiran menggunakan perahu karet secara manual. Drone thermal terbang rendah di atas semak-semak dan area perkebunan guna mencari tanda-tanda keberadaan lansia yang malang tersebut.

“Pertimbangan tim membawa peralatan SAR air karena daerah itu ada sungai sementara kami mencurigai korban terjatuh ke sana,” imbuh I Wayan Juni Antara saat memaparkan analisis awal risiko kecelakaan.

Masyarakat setempat secara sukarela membantu petugas memberikan informasi mengenai kebiasaan jalan kaki yang sering korban lakukan setiap sore hari. Polisi dari Polsek Mengwi bersama personel TNI dari Koramil setempat turut mengamankan jalur pencarian agar proses evakuasi berjalan dengan lancar. Petugas berharap teknologi pemindai panas tubuh dapat segera memberikan petunjuk terang mengenai posisi terakhir wanita lanjut usia itu.

“Rencananya tim SAR gabungan akan terus melaksanakan penyisiran seputaran rumahnya dan sepanjang sungai Luk-luk hingga membuahkan hasil nyata,” pungkasnya. (ang/mbn)

BERITA MENARIK LAINNYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKINI