Saturday, May 2, 2026
Saturday, May 2, 2026

Banjir Genangi Jalan Alternatif di Nusa Sari, Satu Mobil Dilaporkan Sempat Terperosok

JEMBRANA, MediaBaliNews – Bencana banjir kembali terjadi di wilayah Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana. Peristiwa tersebut tepatnya melanda Banjar Adat Petangdasa, Desa Nusa Sari, Jumat (1/5).

Berdasarkan data dari Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops PB) BPBD Kabupaten Jembrana, banjir yang terjadi sekitar pukul 14.30 Wita dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi yang menyebabkan luapan air sungai hingga menggenangi jalan alternatif penghubung Banjar Moding.

Kalaksa BPBD Kabupaten Jembrana, I Putu Agus Artana Putra mengatakan, tim telah turun langsung ke lokasi untuk melakukan asesmen dan kaji cepat.

Dari hasil kaji cepat, genangan air dilaporkan mencapai panjang sekitar 20 meter dengan ketinggian hingga leher orang dewasa. Kondisi ini menyebabkan akses jalan terganggu dan membahayakan pengguna jalan, terlebih karena minimnya penerangan di lokasi.

“Telah terjadi bencana banjir di Banjar Adat Petangdasa, Desa Nusa Sari, pada sore hari sekitar pukul 14.30 Wita. Banjir menggenangi jalan alternatif yang menghubungkan Banjar Moding dengan panjang genangan kurang lebih 20 meter dan ketinggian air mencapai leher orang dewasa,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa sebelumnya debit air sempat menurun dalam beberapa hari terakhir, namun kembali meningkat sehingga genangan meluas.

Akibat kondisi tersebut, satu unit mobil yang melintas dari arah timur dilaporkan terperosok. Beruntung, kendaraan tersebut berhasil dievakuasi oleh warga setempat menggunakan tali. Selain itu, dalam kejadian serupa beberapa hari sebelumnya, satu sepeda motor juga dilaporkan hanyut terbawa arus.

Meski demikian, tidak ada rumah warga yang terdampak karena lokasi kejadian berada di area tanpa permukiman. Kerusakan, kerugian, korban jiwa maupun luka juga dilaporkan nihil.

Upaya penanganan dilakukan oleh TRC Regu I bersama Pusdalops BPBD Jembrana dengan melakukan asesmen di lapangan. Namun, penyedotan air tidak memungkinkan dilakukan mengingat volume air yang cukup besar.

Baca Juga :  Selisih Pemudik Masih Tinggi, Ratusan Ribu Orang Belum Kembali ke Bali Hingga H+7 Lebaran

Sebagai langkah antisipasi, petugas bersama masyarakat memasang pembatas di kedua arah jalan guna mencegah kendaraan melintas. Selain itu, pihak desa juga diminta menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar sementara waktu tidak menggunakan jalur tersebut.

“Meski demikian, kami tetap mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap potensi peningkatan debit air kembali, terutama saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi,” pungkasnya. (gsn/mbn)

BERITA MENARIK LAINNYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKINI