JEMBRANA, MediaBaliNews – Hujan lebat melanda hampir diseluruh wilayah Kabupaten Jembrana, Minggu (5/2). Hujan disertai angin kencang itu mengakibatkan pohon tumbang dan tanah longsor.
Seperti yang terjadi di Banjar Panca Sari, Desa Mendoyo Dauh Tukad, Kecamatan Mendoyo, senderan rumah milik Gusti Kade Ari Ardana amblas setelah diguyur hujan. Beruntung tidak ada korban jiwan dalam peristiwa yang berlangsung sangat cepat itu.
Ditemui dirumahnya, Gusti Kade Ari menuturkan sesaat sebelum longsor terjadi, dirinya sekitar pukul 05.30 Wita mendengar suara bergemuruh disekitar lokasi longsor. “Saat itu hujan deras, ada suara bergemuruh. Saya bergegas menuju lokasi, dan ternyata senderan rumah mengalami longsor ,” ujarnya.
Lebih lanjut, atas kejadian ini, dirinya mengaku mengalami kerugian kurang lebih sebesar 40 juta rupiah.
“Tinggi senderan rumah kurang lebih 6 meter, panjangnya 10 meter dengan ketebalan longsor kurang lebih 3 meter. Dan kerugian kira-kira kurang lebih 40 juta rupiah,” ungkapnya.
Sementara itu Kepala Desa Mendoyo Dauh Tukad Gusti Putu Ediana membenarkan musibah tanah longsor yang menimpa salah satu warganya itu. Atas kejadian itu, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak BPBD serta Dinas Sosial.
“Kami sudah berkoordinasi dengan pihak terkait. Saat ini sudah dilakukan pembersihan puing longsor yang menimbun jalan oleh pihak BPBD, Babinsa dan warga sekitar secara gotong royong. Namun untuk puing longsoran yang besar diperlukan alat berat,” pungkasnya. (gsn/mbn)






















