Wednesday, May 27, 2026
Wednesday, May 27, 2026

Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana Catat Puluhan Kasus Rabies di Tahun 2024

JEMBRANA, MediaBaliNews – Kasus gigitan hewan penular rabies (HPR) di Kabupaten Jembrana masih relatif tinggi, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Jembrana mencatat puluhan kasus positif rabies selama tahun 2024 kemarin.

Menurut data yang didapat, kasus positif rabies di Kabupaten Jembrana pada tahun 2024 sebanyak 56 kasus.

Saat dikonfirmasi, plt Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesmavet, I Gede Putu Kasthama mengatakan, kasus positif rabies paling tinggi ditemukan di Kecamatan Mendoyo dengan 24 kasus positif rabies.

Kemudian, kata Kasthama, temuan kasus positif rabies di empat kecamatan lainnya jauh lebih sedikit bila dibandingkan dengan kasus yamg ditemukan di Kecamatan Mendoyo.

“Di Kecamatan Melaya 8 kasus, di Kecamatan Negara 10 kasus, dan Kecamatan Jembrana 11 kasus positif rabies, ” ungkapnya, Rabu (8/1/2025).

Sedangkan di Kecamatan Pekutatan, lanjut Kasthama, hanya ditemukan sebanyak 3 kasus positif rabies. Dengan jumlah tersebut, kasus positif rabies yang ditemukan di Kecamatan Pekutatan paling sedikit bila dibandingkan dengan kecamatan lainnya.

Ia juga menjelaskan, kasus positif rabies terakhir di Kabupaten Jembrana pada tahun 2024 kemarin terjadi pada 21 Desember 2024 di Desa Brangbang.

Dimana, salah seorang warga bernama Ni Putu Wilantini (38) tiba-tiba digigit oleh seekor anjing saat sedang memindahkan sepeda motor. Dengan adanya kejadian tersebut, HPR jenis anjing tersebut kemudian dieliminasi untuk pengambilan sample otak.

“Tanggal 3 Januari 2025 kemarin hasilnya keluar, dan hasilnya positif rabies, ” pungkasnya. (gsn/mbn)

Baca Juga :  Diguyur Hujan Lebat , Ratusan Rumah Warga di Desa Pengambengan Terendam Banjir
BERITA MENARIK LAINNYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKINI