Wednesday, April 29, 2026
Wednesday, April 29, 2026

WN Rusia Pengendali Prostisui di 129 Negara dibongkar Polda Bali

MANGUPURA, MediaBaliNews – Dua warga negara Rusia, AK dan MT, ditangkap karena mengendalikan jaringan prostitusi internasional melalui situs web yang dioperasikan dari Bali.

“Kami, Polda Bali dan Polres Badung, berhasil mengungkap praktik prostitusi online atau tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dan ITE, dengan mengamankan dua tersangka yang akan kami kembangkan lebih lanjut,” ujar Kapolda Bali, Irjen Pol Daniel Adityajaya, pada Senin (13/1/2025).

Daniel menjelaskan bahwa AK dan MT berperan sebagai mucikari dan manajer operasional. Jaringan prostitusi internasional ini terungkap setelah adanya laporan polisi yang masuk ke Polres Badung. “Peristiwa ini terjadi di Hotel K, Canggu, Kuta Utara, Kabupaten Badung, yang menjadi tempat PSK melayani tamu,” tambahnya.

Lebih lanjut, Daniel mengungkapkan bahwa AK mengendalikan prostitusi online di wilayah Bali dan memiliki KITAS (Kartu Izin Tinggal Sementara) dari Juni 2023 hingga Juni 2025. Sementara itu, MT, yang bekerja di bawah AK, memiliki KITAS hingga November 2025.

“Tersangka menawarkan pilihan wanita penghibur dari berbagai negara melalui situs web, yang dioperasikan dari Bali untuk melayani pasar di 129 negara. Di Indonesia sendiri, mereka beroperasi di 10 kota, termasuk Bali,” jelas Daniel.

Dua tersangka tersebut ditangkap di sebuah villa di Canggu, Kuta Utara, Badung, Bali. Pelanggan situs web ini awalnya membuka akun, lalu memilih negara dan kota yang diinginkan. Pelanggan kemudian memilih wanita dari katalog yang tersedia dan melanjutkan komunikasi melalui WhatsApp untuk menentukan tempat pertemuan.

Harga PSK Internasional yang Dijajakan WN Rusia Dibongkar Polda Bali dan Polres Badung

Kapolda Bali, Irjen Pol Daniel Adityajaya, menyatakan bahwa AK dan MT ditangkap pada 10 Januari 2025 di sebuah villa di Canggu, Kuta Utara, Badung, Bali. “Kami mengungkap prostitusi di Hotel K, Canggu, Kuta Utara, dan menyita barang bukti berupa satu lembar sprei, sarung bantal, empat kondom bekas, ponsel korban, serta bukti transaksi bank yang diarahkan oleh AK,” ungkap Daniel.

Baca Juga :  Korsleting Listrik, Satu Unit Bangunan Semi Permanen di Legian Dilalap Si Jago Merah, Tiga Orang Alami Luka-Luka

Daniel menjelaskan bahwa AK membagikan hasil transaksi kepada PSK dan manajernya, MT. Tarif yang dipasang untuk setiap PSK berkisar antara 300 hingga 350 USD. “Uang tersebut dibagi tiga: 50% untuk PSK, 40% untuk AK, dan 10% untuk MT,” jelasnya.

Jaringan prostitusi ini telah beroperasi selama dua tahun. Barang bukti yang disita dari villa KB termasuk empat paspor, 17 ponsel, MacBook, dan kartu ATM.

Kasus ini terungkap setelah Polres Badung menerima informasi mengenai kegiatan TPPO melalui situs web. Penyidikan dilakukan di Hotel K, di mana seorang PSK berinisial EA yang baru saja selesai melayani tamu digerebek. Dari penyelidikan ini, diketahui bahwa AK mengendalikan prostitusi di 129 negara, termasuk 12 kota di Indonesia, dengan 15 PSK di bawah kendalinya. (ang/mbn)

BERITA MENARIK LAINNYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKINI