Tuesday, November 3, 2026
Tuesday, November 3, 2026

Buntut Viral Video Sepasang Kekasih Yang Diduga Berbuat Mesum di Sebuah Toilet Umum, UPTD PPA Jembrana Ingatkan Dampak Kenakalan Remaja

JEMBRANA, MediaBaliNews – Kenakalan remaja khususnya di Kabupaten Jembrana kian tak dapat dibendung, Unit Pelaksana Teknik Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD) Jembrana ingtakan dampak akibat kenakalan remaja.

Dengan beredarnya video sepasang remaja yang diamankan anggota Satpol PP disebuah toilet umum beberapa hari lalu menjadi topik hangat di masyarakat. Sepasang remaja tersebut diamankan anggota Satpol PP lantaran diduga sedang melakukan aksi mesum.

Kepala UPTD PPA Kabupaten Jembrana, Ida Ayu Sri Utami Dewi mengatakan, kenakalan remaja saat ini bukan sepenuhnya salah orang tua, hal tersebut merupakan salah dari individu itu sendiri.

Menurutnya, bila kenakalan remaja ini dilakukan oleh anak dibawah umur dan hingga menyebabkan kehamilan diluar nikah. Hal tersebut pastinya akan berdampak kepada pendidikan dari remaja itu sendiri.

“Itu harusnya kalau bisa sih dipirkan dahulu dampaknya, pertama itu pendidikan,” ungkapnya saat ditemui di Kantor UPTD PPA Kabupaten Jembrana, Selasa (29/10/2024).

Selain itu, kata Sri Utami, kenakalan remaja yang berujung kehamilan itu juga memiliki resiko yang sangat tinggi, terutama untuk remaja perempuan itu sendiri.

Kehamilan pada usia muda atau remaja antara lain berisiko kelahiran prematur, berat badan bayi lahir rendah (BBLR), perdarahan persalinan, yang dapat meningkatkan kematian ibu dan bayi.

“Anaknya nanti stunting, asupan gizi juga tidak tau. Selain itu juga beresiko mengalami pendarahan saat masih hamil maupun saat melakukan persalinan,” ujarnya.

Selain itu, kenakalan remaja yang berujung menikah dini juga memiliki resiko besar perceraian lantaran psikologis yang masih sangat labil. Mengingat, usia yang belum mempuni untuk melakukan tanggungjawab secara ekonomi dapat menambah angka percerairan khususnya di Jembrana.

“Karena apa?, dia masih kecil, kemudian tanggungjawab dia belum punya. Jadi, walaupun dia mau bekerja, kan sudah jelas tidak akan memungkinkan,” tuturnya.

Baca Juga :  Bupati dan Wakil Bupati Tabanan Terpilih Jalani Pengecekan Kesehatan Jelang Pelantikan

Untuk mencegah terjadinya hal seperti itu, pihaknya berharap orang tua dapat memantau anaknya saat sedang tidak berada dirumah. Selain itu, diharapkan dapat membuat karakter anak yang baik dan positif serta tidak mudah terpengaruh oleh lingkungan kenakalan remaja.

Mengingat saat ini, banyak alasan-alasan remaja agar diizinkan keluar rumah oleh orang tuanya. Seperti menginap ke rumah temen maupun beralasan untuk sebatas bermain.

“Bukan mengekang, setidaknya pastikan anak kalian memang benar berada disana. Kalau sudah kejadian, kita menyalahkan orang tua juga tidak bisa,” pungkasnya. (gsn/mbn)

BERITA MENARIK LAINNYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKINI