JEMBRANA, MediaBaliNews – Terdapat cerita mistis dibalik lokasi tewasnya seorang pelajar GPS (16) asal Desa Berambang, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana pada Sabtu malam (3/6).
Dari informasi, Tugu yang berlokasi di Jalan Umum Kelurahan Baler Bale Agung, Kecamatan Negara kerap di bilang tugu togog ini sering terdengar suara kul-kul yang bersumber dari balai kul-kul di sebelah Tugu Togog tersebut.
“Tugu togog itu sudah ada sebelum saya lahir, saya saat ini berusia 62 tahun yang mana posisinya memang disana walaupun pernah di rehab, “ungkap Bendesa Adat Baler Bale Agung I Nengah Subagia saat di temui dirumahnya, Minggu (4/6).
Disinggung dengan adanya hubungan antara Tugu Togog dengan Pura Taman yang berada di ujung timur jalan tersebut, dirinya mengaku tidak tahu pasti terkait adanya hubungan antara Tugu Togog dan Pura Taman tersebut.
“Historynya mungkin ada hubungan, karena dulu kan mistisnya memang tinggi dan saya juga tidak tau pasti dimana mungkin penguasa tukad yang bernama glono itu atau banas itulah namanya dan sosok besar yang datang ke sungai di timur yang mungkinn secara niskalanya seperti itu,” akunya.
Dari peristiwa yang menewaskan seorang pelajar, dirinya mengatakan tidak melakukan upacara pembersihan di lokasi tewasnya seorang pelajar.
“Kita tidak melakukan pembersihan apapun, kita hanya melakukan satu tahun sekali yaitu pada saat Hari Raya Nyepi dan mungkin pihak keluarganya saja yang melakukan ngulapin, “jelasnya.
Sementara, Jro Mangku Pura Taman Beji Ketut Sudiasa yang juga merupakan warga setempat mengatakan bahwa adanya Tugu Togog tersebut merupakan catus pata.
“Ini kan tugu togog merupakan catus pata yang memang ada dari dulu dan dimana-mana catus pata ini memang dikenal angker, namun baru kali ini memakan korban hingga meninggal,”ujarnya.
Ia menjelaskan, adanya Tugu Togog ini merupakan pengingat desa pada jaman dulu dan di beri nama Banjar Togog.
“Tugu Togog menjadi pengingat desa yang dimana disini dulu di sebut dengan nama Banjar Togog dan Kadang-kadang terdengar suara kul-kul pada waktu malam harinya di bale kul-kul di dekat Tugu Togog itu yang biasanya sebagai pertanda musim kemarau atau hal lainnya,”pungkasnya. (gsn/mbn)























