Thursday, April 16, 2026
spot_img
Thursday, April 16, 2026

Cuaca Ekstrem, 6 Nelayan Alami Kecelakaan Laut, Beberapa Diantaranya Belum Ditemukan

JEMBRANA, MediaBaliNews – Akibat cuaca buruk yang melanda Kabupaten Jembrana mengakibatkan sejumlah nelayan mengalami kecelakaan laut, beberapa orang nelayan diantaranya hingga saat ini belum ditemukan, Sabtu (22/3).

Menurut informasi yang didapat, terdapat sejumlah nelayan di Jembrana yang mengalami kecelakaan laut usai diterjang cuaca ekstream. Sedikitnya, terdapat sebanyak 6 orang nelayan yang mengalami kecelakaan laut.

Saat dikonfirmasi, Kapolres Jembrana, AKBP Endang Tri Purwanto mengatakan, sebanyak 6 orang nelayan tersebut antara lain adalah I Wayan Kartika (53) nelayan asal Desa Prancak yang dikabarkan tenggelam akibat terhempas gelombang tinggi yang terjadi sekitar pukul 12.00 Wita.

“Beruntung korban ditemukan dalam keadaan selamat sekitar pukul 17.20 Wita dan telah kembali kekediamannya, ” ungkapnya.

Kemudian, seorang nelayan bernama Selamet Joko Kambang (45) asal Desa Pengambengan dilaporkan mengalami kecelakaan laut saat mencari ikan di perairan Tanjung Pasir Alas Purwo, Banyuwangi oleh pihak keluarganya.

Dimana, korban yang menggunakan fiber sped untuk mencari ikan tiba-tiba dihantam badai sekitar pukul 11.00 Wita hingga fiber miliknya terbalik. Selanjutnya korban diselamatkan oleh nelayan asal Muncar dan diantarkan ke kerambah yang berada di perairan Tanjung Pasir.

“Korban dalam keadaan selamat dan masih bertahan dikerambah yang berada di perairan Tanjung Pasir, ” ujarnya.

Kemudian, seorang nelayan bernama I Komang Somo (38) asal Tegal Badeng Barat dilaporkan tenggelam terseret arus saat perjalanan pulang dari memancing di perairan Prancak.

Dimana, saat itu korban dalam perjalanan pulang dari memancing bersama tiga temannya. Disaat tiba di perairan Ketapang Muara, Desa Pengambengan katir sebelah kiri sampan kemudian lepas. Korban yang tak pikir panjang lantas mengambil tali dan menceburkan diri dengan niat mengikatnya kembali.

Namun malang, selang beberapa saat tiba-tiba datang gelombang besar dan menghantam sampan miliknya, sehingga korban terlepas dari peganggannya. Melihat hal tersebut, ketiga teman korban sempat hendak menolong namun tidak memungkinkan. Sehingga mereka memilih menepi dan melaporkan kejadian tersebut.

Baca Juga :  Jelang Tutup Tahun, Polres Jembrana Musnahkan Ratusan Liter Miras

“Sampai saat ini korban masih belum ditemukan dan pada pukul 16.30 Wita pencarian dihentikan karena cuaca dilaut tidak mendukung, ” terangnya.

Kemudian, pihaknya juga menerima laporan adanya 3 orang nelayan yakni Ahmad Baiti, Maulidin, dan Hairul asal Desa Banyubiru yang tak kunjung pulang.

Dimana, ketiga nelayan tersebut memakai 3 sampan yang berbeda dan ketiganya berangkat mencari ikan pukul 09.00 Wita dengan tujuan perairan pantai Soka.

Namun, hingga pukul 15.00 Wita ketiga korban tak kunjung kembali. Hal tersebut membuat pihak keluarga dari ketiga nelayan tersebut merasa cemas. Pihak keluarga pun sempat menanyakan keberadaan korban pada teman-teman korban lainnya, namun tak ada yang melihat korban.

“Sampai saat ini, pukul 21.30 Wita keluarga dari 3 orang nelayan ini masih menunggu dipinggir pantai Pebuahan. Belum ada tanda-tanda kepulangan 3 orang nelayan tersebut, ” jelasnya.

Selain itu, polisi juga mendapatkan informasi adanya dua orang pemancing asal Desa Yeh Kuning yang mengalami mati mesin saat pergi memancing yakni I Dewa Komang Yudi Partika (51) dan I Dewa Komang Sudiana (62).

Keduanya diketahui pergi memancing ke tengah laut dengan menggunakan jukung pukul 06.00 Wita. Kemudian, sekitar pukul 13.30 Wita korban menghubungi temannya via telepon bahwa dirinya mengalami mati mesin di perairan Rambut Siwi.

Kemudian, keduanya dijemput oleh Tim SAR dipesisir pantai Rambut Siwi sekitar pukul 15.40 Wita. Kedua korban lantas diantar kembali ke pantai Yeh Kuning.

“Saat ini korban sudah dievakuasi dan sudah kembali ke rumah masing-masing, ” pungkasnya. (gsn/mbn)

BERITA MENARIK LAINNYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img
spot_img

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKINI