JEMBRANA, MediaBaliNews – Akibat curah hujan dengan intensitas tinggi yang melanda Kabupaten Jembrana pada Sabtu (30/11) hingga Minggu (1/12) kemarin, mengakibatkan tiga rumah warga rusak, dan sejumlah titik longsor hingga puluhan rumah terendam banjir.
Menurut data yang didapat, akibat curah hujan yang deras beberapa hari yang lalu menyebabkan 2 rumah warga di Kelurahan Loloan Timur rusak akibat diterjang angin kencang dan 1 rumah warga di Desa Penyaringan rusak akibat tersambar petir.
Selain itu, saat dikonfirmasi, Kalaksa BPBD Kabupaten Jembrana, Agus Artana Putra mengatakan, hingga hari ini Senin 2 Desember 2024 pihaknya juga mendapati sejumlah titik terjadinya longsor.
Lebih lanjut, sejumlah titik longsor tersebut terdapat di Banjar Sekar Kejula dan Banjar Kedisan, Banjar Gianyar Desa Yehmbang Kauh. Kemudian, di Kelurahan Tegalcangkring, dan di Desa Pohsanten, Kecamatan Mendoyo serta di Desa Medewi dan Desa Asah Duren Kecamatan Pekutatan.
“Hari ini saya keliling dulu ke lokasi terjadinya bencana, ” ungkapnya saat dikonfirmasi, Senin (2/12/2024).
Selain itu, terdapat sejumlah Desa/Keluarahan yang menjadi titik lokasi terendam banjir. Seperti yang terjadi di Desa Pangyangan, Kecamatan Pekutatan. Kemudian Kelurahan Tegalcangkring, Desa Mendoyo Dangin Tukad di Kecamatan Mendoyo.
Selain itu, banjir juga merendam sejumlah rumah warga di Desa Yehkuning, Kelurahan Dauhwaru, dan Kelurahan Sangkaragung di Kecamatan Jembrana.
“Terdapat sekitar sebanyak 53 kk yang terdampak banjir tersebut, ” terangnya.
Bahkan, selain itu terdapat juga peristiwa pohon tumbang dan dahan patah di beberapa titik di Kabupaten Jembrana.
“Terdapat sebanyak 13 pohon tumbang dan 4 dahan pohon yang patah, ” bebernya.
Akibat kejadian tersebut, pihaknya saat ini memperkirakan total kerugian material yang dialami kurang lebih sebesar Rp. 225 Juta. Dengan adanya sejumlah bencana alam di Kabupaten Jembrana, pihaknya mengaku telah melaksanakan asesment, penanganan dan monitoring ke lokasi kejadian.
“Mendirikan tenda di Banjar Pemedilan, serta melakukan evakuasi menggunakan perahu fiber kepada warga yang terdampak banjir terutama kepada warga yang rentan,” pungkasnya. (gsn/mbn)


























